Sulawesi Selatan

Sulsel Diklaim Progresif Terapkan Manajemen Talenta, 11 Daerah Kembali Ikuti Ekspose Tahap II

Tim Redaksi
×

Sulsel Diklaim Progresif Terapkan Manajemen Talenta, 11 Daerah Kembali Ikuti Ekspose Tahap II

Sebarkan artikel ini
Ekspose Manajemen Talenta Tahap II, Gubernur Sulsel Target Jadi Episentrum Pembelajaran Provinsi Lain

MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong penerapan manajemen talenta sebagai bagian dari agenda transformasi birokrasi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menargetkan sistem tersebut dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Komitmen itu disampaikan Andi Sudirman saat membuka Ekspose Manajemen Talenta Tahap II Instansi Pemerintah Daerah Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Hadir pula Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar Nanang Subandi, para kepala daerah se-Sulsel, sekretaris daerah, serta pimpinan BKD dan BKPSDM kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman menegaskan penerapan manajemen talenta tidak boleh sekadar menjadi instrumen untuk memenuhi tuntutan administratif.

Menurutnya, manajemen talenta harus menjadi fondasi dalam membangun sistem birokrasi yang mampu menempatkan aparatur sesuai kompetensi, kapasitas dan potensi yang dimiliki.

“Kita ingin menjadikannya sebagai fondasi dalam membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, berorientasi pada hasil, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Andi Sudirman.

Sulsel Klaim Progresif Terapkan Manajemen Talenta ASN

Andi Sudirman menyebut Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang cukup progresif dalam penerapan manajemen talenta. Bahkan, Sulsel disebut menjadi wilayah pertama di luar Pulau Jawa yang telah mencapai 100 persen implementasi manajemen talenta di lingkungan pemerintah daerah.

Capaian tersebut, kata dia, tidak hanya dilihat dari angka atau pemenuhan target, melainkan harus tercermin dalam praktik pengelolaan sumber daya aparatur.

Menurut Andi Sudirman, manfaat penerapan manajemen talenta mulai dirasakan dalam proses penempatan pejabat eselon maupun ASN pada jabatan tertentu.

“Hari ini kita sudah merasakan manfaat dari talent pool kepada pejabat eselon maupun ASN, untuk memastikan orang-orang yang ditempatkan pada posisi tertentu benar-benar sesuai dengan kompetensi, kapasitas dan potensinya,” jelasnya.

13 Daerah di Sulsel Sudah Dapat Persetujuan

Hingga saat ini, sebanyak 13 instansi pemerintah daerah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan telah memperoleh persetujuan penerapan manajemen talenta.

Sementara itu, dalam Ekspose Manajemen Talenta Tahap II, sebanyak 11 kabupaten dan kota kembali mengikuti proses penilaian serta pemaparan terkait penerapan sistem tersebut.

Dengan proses tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap implementasi manajemen talenta dapat terus meluas hingga mencakup seluruh 24 kabupaten dan kota.

Andi Sudirman menegaskan, target pemerintah daerah bukan sekadar mengejar status penerapan, tetapi menjadikan manajemen talenta sebagai sistem yang benar-benar mampu memperkuat kualitas birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik.

“Kita berharap Sulawesi Selatan menjadi percontohan nasional dalam penerapan dan mobilisasi talenta antarinstansi pemerintah daerah. Sekaligus menjadi episentrum pembelajaran manajemen talenta di Indonesia,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pun berharap penguatan sistem tersebut dapat mendorong terciptanya birokrasi yang lebih adaptif, profesional dan berbasis merit, sekaligus membuka peluang bagi ASN untuk berkembang sesuai kemampuan dan potensi yang dimilikinya. (*)