MAKASSAR – Hanya tiga hari setelah mengundurkan diri dari Partai Golkar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi bergabung dengan Partai Demokrat.
Kepastian itu ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan pemasangan jaket Demokrat kepada Appi dalam agenda Pendidikan Politik DPD Demokrat Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).
KTA Demokrat diserahkan langsung Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe. Momentum tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan politik Appi setelah sebelumnya menjadi kader sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar.
“Selamat datang di Partai Demokrat, mudah-mudahan Pak Appi bisa senang, bisa nyaman,” kata Ni’matullah.
Mundur dari Golkar pada 5 Oktober
Perpindahan Appi ke Demokrat berlangsung hanya beberapa hari setelah ia menyatakan mundur dari Golkar.
Pada Senin, 5 Oktober 2026, Appi menyerahkan langsung surat pengunduran dirinya kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin di kediamannya di Jalan Batu Putih, Makassar.
Keputusan tersebut mengakhiri kiprahnya sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar, sekaligus membuka ruang bagi Appi untuk menentukan kembali kendaraan politiknya.
Tiga hari kemudian, Appi secara resmi mengenakan jaket Demokrat dan menerima KTA partai tersebut.
Appi Punya Sejarah dengan Demokrat
Appi mengatakan keputusannya bergabung dengan Demokrat tidak terlepas dari hubungan historis yang telah terbangun sebelumnya.
Ia menyebut Demokrat pernah memberikan dukungan kepadanya dalam dua kontestasi Pilkada Makassar.
“Saya ada sejarah dengan Demokrat. Dua kali pilkada disupport Demokrat. Dari kalah-menang, Demokrat bersama saya,” kata Appi.
Karena itu, Appi menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrat yang telah menerimanya sebagai kader di Sulawesi Selatan.
“Terima kasih sudah mau menerima saya bergabung,” ujarnya.
Menurut Appi, langkah selanjutnya adalah membangun komunikasi dengan kader-kader Demokrat di Sulsel.
“Saya tentu harus berkenalan dengan teman-teman yang ada di Partai Demokrat,” katanya.
Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Setelah resmi menjadi kader Demokrat, Appi menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan agenda partai.
Menurut dia, membesarkan partai tidak dapat dilakukan seorang diri. Kerja sama antarkader dibutuhkan agar berbagai agenda politik dan organisasi dapat berjalan.
“Enggak bisa lakukan banyak apa-apa kalau kita tidak bangun kolaborasi dan kerja sama sesama kader Partai Demokrat,” ujarnya.
Appi kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penerimaan Demokrat. Ia menyebut masih banyak hal yang harus dikerjakan bersama untuk memperkuat sekaligus membesarkan partai.
Belum Bicara soal Musda
Meski kepindahannya ke Demokrat langsung memunculkan spekulasi mengenai arah politiknya di internal partai, Appi belum ingin berbicara jauh mengenai Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel.
Ia meminta persoalan tersebut tidak dibicarakan terburu-buru.
“Musda belum tahu kondisi bagaimana. Musda sabar dulu, belum bicara ke sana,” kata Appi.
Appi juga menegaskan bahwa untuk saat ini dirinya bergabung atas keputusan pribadi.
“Saya datang sendiri ini. Yang mau ikut saya silakan. Orang berpartai itu kan sama-sama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepindahannya ke Demokrat untuk sementara tidak secara otomatis diikuti seluruh jejaring politik yang sebelumnya berada bersamanya di Golkar.
Dengan resminya Appi sebagai kader Demokrat, perjalanan politiknya kini memasuki fase baru. Dari Golkar, tempat ia sebelumnya memimpin struktur partai di Makassar, Appi kini memilih Demokrat sebagai rumah politik berikutnya. (*)
























