MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan fokus pembangunan pada penguatan infrastruktur, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta upaya mewujudkan swasembada pangan.
Ketiga sektor tersebut menjadi arah kebijakan yang disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan.
Komitmen itu disampaikan Andi Sudirman dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-357 Sulsel di Kantor DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (19/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur”.
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, didampingi para wakil ketua.
Hadir pula Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel, serta pimpinan lembaga dan instansi vertikal.
Andi Sudirman mengatakan, Pemprov Sulsel akan melanjutkan dan memperkuat program prioritas yang telah berjalan. Salah satunya pembangunan infrastruktur melalui skema kontrak tahun jamak atau Multi Years Project (MYP) periode 2025–2027 dengan nilai anggaran Rp3,7 triliun.
“Ke depan, kita tentu harus lebih memperkuat program-program yang sudah dijalankan. Ada program prioritas kita Multi Years Project yang sekarang sedang berjalan. Kita berharap pelaksanaannya bisa dipercepat untuk tahun 2026 ini dan 2027,” kata Andi Sudirman.
Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov Sulsel menaruh perhatian pada penguatan ekonomi daerah agar pertumbuhan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Andi Sudirman menyebut pertumbuhan tersebut didukung sektor-sektor unggulan, antara lain pertanian, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.
“Capaian ekonomi Sulawesi Selatan yang tumbuh membanggakan ini merupakan hasil kolektif bersama. Ini didorong oleh semakin kokohnya sektor-sektor unggulan kita, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, hingga industri pengolahan,” ungkapnya.
Dari sisi kesejahteraan, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan pada Maret 2026 tercatat 669,63 ribu orang atau 7,24 persen dari total penduduk. Jumlah tersebut berkurang 15,51 ribu orang dibandingkan September 2025.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat 4,66 persen, turun 0,29 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada 2025 juga meningkat menjadi 75,92, dari 75,18 pada 2024.
UMKM dan Program Kerakyatan Diperkuat
Pemprov Sulsel juga akan memperkuat program yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
Menurut Andi Sudirman, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan warga. Penguatan pemberdayaan UMKM juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Hal ini tercermin dalam rangkaian kegiatan Sulsel Expo and Culinary, pasar murah, job fair, jalan sehat Anti Mager, hingga kirab swasembada pangan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.
“Kita ingin melihat bagaimana animo masyarakat terhadap pasar murah kemarin, termasuk pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya aksi konkret di berbagai wilayah, khususnya untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah, mengurangi kemiskinan, dan memperluas akses terhadap rumah layak huni.
“Kita ingin ada aksi-aksi konkret di wilayah-wilayah, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah, termasuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan rumah layak huni,” sambungnya.
Ruang Publik untuk Menggerakkan Ekonomi
Untuk memperluas aktivitas ekonomi masyarakat, Andi Sudirman berencana mengembangkan sejumlah sentra pergerakan ekonomi melalui pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik di beberapa titik wilayah Sulawesi Selatan.
Menurutnya, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat beraktivitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.
“Pembangunan ke depan juga harus menghadirkan sentra-sentra pergerakan ekonomi, misalnya ruang terbuka hijau dan ruang publik yang akan kita bangun di beberapa titik. Harapannya, ruang-ruang ini bisa mendukung kegiatan bermasyarakat sekaligus membuat ekonomi terus berputar,” pungkasnya.
Melalui penguatan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan sektor pangan, Pemprov Sulsel berharap pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan beriringan dengan pemerataan manfaat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

























