Berita

BBPOM Makassar Dorong UMKM Pahami Keamanan Pangan untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Tim Redaksi
×

BBPOM Makassar Dorong UMKM Pahami Keamanan Pangan untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi bagi peserta kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro dalam Mendukung Perluasan Keterlibatan UMKM pada Program MBG di Sulawesi Selatan.
Sosialisasi bagi peserta kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro dalam Mendukung Perluasan Keterlibatan UMKM pada Program MBG di Sulawesi Selatan.

MAKASSAR — Sebagai program strategis pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak — mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat dan media.

Salah satu bentuk dukungan nyata datang dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar, yang menggelar sosialisasi bagi peserta kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro dalam Mendukung Perluasan Keterlibatan UMKM pada Program MBG di Sulawesi Selatan, Jumat (17/10).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM ini diikuti oleh sekitar 30 pelaku usaha mikro, baik yang telah menjadi supplier maupun calon supplier dapur SPPG (Sentra Pangan Program Gizi).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM di Makassar, Yosef, menegaskan bahwa MBG bukan hanya program gizi, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat.

“Program MBG merupakan salah satu program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak agar tumbuh sehat secara fisik dan intelektual, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ujar Yosef.

Menurut Yosef, keberhasilan MBG sangat bergantung pada jaminan keamanan dan mutu bahan baku pangan yang disuplai oleh UMKM.

Oleh karena itu, para pelaku usaha perlu memahami prinsip dasar keamanan pangan secara menyeluruh — mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap distribusi.

“Keamanan pangan tidak bisa dibangun hanya di satu tahapan. Ia harus dijaga secara konsisten dari hulu ke hilir. Mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan lingkungan produksi, peralatan, hingga proses penyajian. Satu saja tahapan tidak sesuai, dampaknya bisa berupa keracunan pangan,” jelasnya.

Dalam paparannya, Yosef menjelaskan tiga jenis cemaran pangan yang perlu diwaspadai, yakni cemaran fisik, cemaran kimia, dan cemaran mikrobiologi.

Cemaran fisik meliputi rambut, kerikil, staples, atau serpihan serangga.

Cemaran kimia bisa berasal dari bahan tambahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow, atau bahan alami beracun seperti sianida pada singkong dan histamin pada ikan.

Sementara cemaran mikrobiologi terjadi karena sanitasi yang buruk dan dapat memunculkan bakteri patogen seperti E. coli, Salmonella, dan Bacillus cereus.

Untuk mencegah risiko tersebut, Yosef mengingatkan agar pelaku usaha menjaga penyimpanan bahan pangan secara benar dan menghindari kontaminasi silang.

Ia juga memberikan tips praktis bagi UMKM dalam memilih dan menyimpan bahan pangan hewani.

“Hati-hati dalam memilih dan menyimpan DUIT — bukan uang, tapi Daging, Unggas, Ikan, dan Telur. Bahan-bahan ini tinggi protein, sehingga mudah rusak jika tidak disimpan dengan baik,” terang Yosef.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kebersihan peralatan dan tempat penyimpanan seperti freezer dan chiller, serta kebiasaan mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik sebelum mengolah bahan pangan.

Sesi diskusi berjalan hangat dan interaktif. Para peserta berbagi pengalaman bagaimana keterlibatan mereka dalam program MBG berdampak langsung terhadap peningkatan omzet usaha.

Salah satu peserta, produsen abon, mengaku produksi hariannya meningkat signifikan dari 10 kilogram menjadi 200 kilogram setelah menjadi pemasok dapur SPPG.

Di akhir kegiatan, Yosef menegaskan kembali pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas bahan pangan.

“Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Jika bahan baku yang disuplai terbukti tidak aman, dapur SPPG bisa berpindah ke pemasok lain. Karena itu, mari konsisten menjaga mutu pangan sebagai kontribusi nyata kita untuk bangsa,” pungkasnya. (*)