MAKASSAR — Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Metalurgi Universitas Hasanuddin terus mendorong literasi sains di kalangan pelajar sekolah menengah.
Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Metal Discovery: Jelajah Seru Sains dan Teknologi Logam”, Puslitbang Metalurgi menggagas pengintegrasian bidang metalurgi dalam pembelajaran Fisika dan Kimia di SMA.
Kegiatan yang digelar pada 11 Oktober 2025 di Makassar ini menjadi bagian dari rangkaian program IN-SAINTEK 2025.
Hadir sebagai inisiator, Ketua Puslitbang Metalurgi Unhas, Dr. Eng. Lukmanul Hakim Arma, S.T., M.T., bersama para dosen Program Studi Teknik Metalurgi dan Material serta guru-guru dari MAN 2 Kota Makassar.
FGD tersebut menjadi forum strategis untuk merancang konsep pembelajaran sains yang lebih aplikatif.
Para peserta mendiskusikan bagaimana teori-teori dasar dalam pelajaran Fisika dan Kimia dapat dikaitkan langsung dengan fenomena dan teknologi di bidang metalurgi — mulai dari struktur material hingga proses pengolahan logam.
“Kami ingin membawa metalurgi lebih dekat ke siswa. Bukan sekadar mengenalkan istilah ilmiah, tapi menunjukkan bagaimana ilmu logam berperan besar dalam kehidupan sehari-hari dan industri masa depan,” ujar Dr. Lukmanul Hakim.
Sebagai pilot project, integrasi bidang metalurgi akan diuji coba di MAN 2 Kota Makassar, sebelum diperluas ke delapan sekolah lainnya di wilayah Kota Makassar.
Melalui program ini, Puslitbang Metalurgi berharap dapat menciptakan model pembelajaran sains yang kontekstual, menarik, dan berorientasi pada penguatan karakter ilmiah siswa.
Selain memperkaya kurikulum sekolah, inisiatif ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat pelajar terhadap bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta memperkenalkan peran penting metalurgi dalam inovasi teknologi modern.
“Kami berkomitmen menjembatani dunia akademik dengan pendidikan menengah agar sains tidak berhenti di teori. Kami ingin siswa berpikir kritis, kreatif, dan siap berinovasi di era industri 4.0,” pungkas Dr. Lukmanul. (*)
























