MAKASSAR — Estafet gerakan dakwah kampus di Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali berlanjut. Lembaga Dakwah Kampus Forum Studi Islam Raudhatul ‘Ilmi (LDK FSI RI) UNM resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 1447/1448 H atau 2026/2027 M.
Pelantikan pengurus berlangsung di Masjid Ar-Rahmah, BTN Tabaria Blok B5 No. 5A, Makassar, Ahad (30/8/2026). Regenerasi tersebut mengusung tema “Meneguhkan Integritas, Menguatkan Kolaborasi, Membangun Peradaban.”
Ketua Dewan Pembina LDK FSI RI UNM, Dr. Muhammad Shaleh, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali amanah dakwah yang akan dijalankan selama satu periode ke depan.
“Pelantikan ini menjadi momentum pengukuhan sekaligus peneguhan amanah bagi seluruh jajaran pengurus baru dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah di lingkungan Universitas Negeri Makassar ke depannya,” ujar Muhammad Shaleh.
Menurut dia, tema yang diangkat dalam pelantikan memiliki kaitan erat dengan kualitas pribadi setiap pengurus. Integritas dan kolaborasi, kata dia, tidak akan tumbuh tanpa dibangun dari kapasitas dan keteladanan individu.
Karena itu, para pengurus baru didorong untuk menjaga kualitas diri melalui penguatan ibadah, ilmu, amanah, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menghadirkan kebermanfaatan di lingkungan kampus.
“Meneguhkan integritas dan menguatkan kolaborasi menjadi pesan dan komitmen agar perjalanan kepengurusan satu periode ke depan memiliki arah yang jelas. Tapi semua itu bisa terwujud ketika pengurus mampu untuk menjaga kualitas pribadinya,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Dewan Pembina LDK FSI RI UNM lainnya, Assoc. Prof. Muhammad Ammar Naufal, M.Ed., Ph.D. Ia berharap LDK tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga tempat tumbuhnya mahasiswa yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Sebagai lembaga dakwah kampus, LDK FSI RI UNM memiliki peran penting sebagai ruang pembinaan bagi lahirnya generasi yang unggul. Tidak hanya kuat secara spiritual, keilmuan, tetapi juga kepedulian sosial untuk berkontribusi di tengah kehidupan kampus dan masyarakat,” ujar Ammar.
Ia bersama Muhammad Shaleh berharap kepengurusan baru mampu meneruskan tradisi positif yang telah dibangun oleh para pendahulu organisasi.
Keduanya juga merupakan bagian dari alumni LDK FSI RI UNM yang kini berkiprah sebagai akademisi di UNM. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal untuk memberikan pendampingan kepada generasi pengurus berikutnya.
Pelantikan turut dihadiri sejumlah pengurus Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI), di antaranya Ketua Umum PP LIDMI Muhammad Ikram, S.Sos., M.Sos., Wakil Ketua Umum PP LIDMI Nasrul, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Bidang PWK PP LIDMI Andi Afriansyah, S.Pd.
Kehadiran jajaran LIDMI tersebut turut mempertegas jejaring pembinaan dan gerakan dakwah mahasiswa yang dibangun lintas kampus.
LIDMI sendiri memiliki komitmen dalam mendorong gerakan dakwah kampus yang melahirkan kader dengan keseimbangan antara kekuatan spiritual, kapasitas intelektual, dan kepedulian sosial.
Dalam konteks tersebut, kepengurusan baru LDK FSI RI UNM diharapkan tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan program internal organisasi, tetapi juga menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi kehidupan kampus dan masyarakat.
Dengan dimulainya periode kepengurusan baru, LDK FSI RI UNM kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan tema “Meneguhkan Integritas, Menguatkan Kolaborasi, Membangun Peradaban” ke dalam kerja nyata selama satu periode ke depan. (*)














