Kampusiana

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Siswa SDN 11 Rappang Cegah DBD Lewat PSN 3M Plus

Tim Redaksi
×

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Siswa SDN 11 Rappang Cegah DBD Lewat PSN 3M Plus

Sebarkan artikel ini
KKN-PK Unhas Ajak Siswa Praktik Langsung 3M+ dan Ovitrap

SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin mengajak siswa SDN 11 Rappang, Kelurahan Lalebata, Kabupaten Sidenreng Rappang, membangun kebiasaan hidup sehat sebagai langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak usia dini.

Edukasi tersebut dikemas melalui Program Gerakan Cegah DBD yang dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya DBD sekaligus membekali mereka dengan cara-cara sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam penyuluhan itu, mahasiswa memperkenalkan konsep Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, siswa juga diajak mengenal berbagai langkah pencegahan tambahan, seperti menggunakan lotion antinyamuk dan memelihara ikan pemakan jentik sebagai upaya mengendalikan populasi nyamuk di lingkungan sekitar.

Agar materi lebih mudah dipahami, para mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan secara teori, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkan pembuatan ovitrap, yakni perangkap telur nyamuk yang dapat dibuat dari bahan sederhana.

Ovitrap berfungsi membantu memantau sekaligus mengurangi populasi nyamuk penyebab DBD sehingga dapat diterapkan di rumah maupun lingkungan sekolah.

Program Gerakan Cegah DBD merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Posko Kelurahan Lalebata yang berfokus pada edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dasar.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan mengajak keluarga dan masyarakat sekitar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah mencegah DBD. (*)