BARRU – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui edukasi kepada para ibu balita.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Resky Amelia Zukri dari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, melaksanakan program kerja individu bertajuk CERMAT (Cegah Stunting melalui Pola Asuh Tepat dan Makan Bergizi untuk Balita) di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.
Program yang berlangsung pada 20–28 Juli 2026 ini menyasar delapan posyandu yang tersebar di Dusun Bette, Pangi, Tinco, Tangngassoe, Ere, Beruru, Bontorea, dan Mare-Mare.
Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Doi-Doi, bidan desa, serta kader posyandu dengan sasaran utama para ibu balita.
Melalui program CERMAT, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, serta praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang sesuai dengan usia anak sebagai langkah promotif dan preventif dalam mencegah stunting.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, pembagian leaflet edukasi, serta sesi diskusi dan tanya jawab agar informasi lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test guna mengetahui tingkat pengetahuan awal, kemudian post-test setelah kegiatan sebagai bahan evaluasi peningkatan pemahaman. Leaflet edukasi juga dibagikan agar peserta dapat kembali mempelajari materi di rumah.
Selama kegiatan berlangsung, para ibu balita menunjukkan antusiasme tinggi. Beragam pertanyaan muncul dalam sesi diskusi, mulai dari penyebab stunting, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penerapan gizi seimbang, pemberian MPASI sesuai usia, hingga cara mengatasi balita yang mengalami kesulitan makan.
Bidan Desa Jangan-Jangan, Ikrima Nur Fitra Qalbi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di desa tersebut.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin atas kerja samanya dalam mendukung kegiatan Posyandu di Desa Jangan-Jangan. Terima kasih juga atas ilmu-ilmu yang telah disampaikan kepada masyarakat, khususnya melalui kegiatan kelas ibu balita. Semoga edukasi ini dapat terus diterapkan untuk mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting,” ujarnya.
Melalui program CERMAT, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat semakin memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.
Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pola asuh dan pemenuhan gizi anak, sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi Desa Jangan-Jangan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (*)














