Parepare

Mengapa Muncul Istilah KAHMI Perjuangan? Ini Penjelasan Tokoh KAHMI Parepare Rahman Saleh

Tim Redaksi
×

Mengapa Muncul Istilah KAHMI Perjuangan? Ini Penjelasan Tokoh KAHMI Parepare Rahman Saleh

Sebarkan artikel ini
Rahman Saleh Tokoh KAHMI Parepare
Rahman Saleh Tokoh KAHMI Parepare (Foto: RupaMata.id)

PAREPARE — Istilah KAHMI Perjuangan yang belakangan muncul di Kota Parepare ternyata berangkat dari keresahan sejumlah senior dan kader Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Tokoh KAHMI Parepare, H. Rahman Saleh, mengungkapkan gagasan tersebut muncul sebagai bentuk kegelisahan terhadap arah organisasi alumni HMI yang menurut pandangannya perlu kembali memperkuat orientasi perjuangan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penjelasan itu disampaikan Rahman dalam Dialog Nasional bertajuk “Selamatkan Indonesia Mengurai Kegelapan Menuju Indonesia Baru” yang digelar di Hotel Bugis, Kota Parepare, Sabtu (26/9/2026).

Rahman menegaskan, istilah KAHMI Perjuangan pada awalnya tidak dimaksudkan sebagai pembentukan organisasi baru.

Menurut dia, istilah tersebut lebih merupakan simbol kritik dan ruang koreksi terhadap dinamika organisasi KAHMI yang dinilainya semakin pragmatis.

“KAHMI Perjuangan itu hanya seperti istilah. Karena kami melihat KAHMI sekarang, mulai dari KAHMI Nasional, Majelis Wilayah sampai Majelis Daerah, cenderung lebih berorientasi pada hal-hal yang pragmatis,” ujar Rahman kepada awak media.

Berawal dari Keresahan

Rahman mengatakan, keresahan tersebut kemudian mendorong sejumlah senior KAHMI untuk berkumpul dan menggagas kegiatan dialog nasional di Parepare.

Forum tersebut dirancang sebagai ruang untuk mendiskusikan berbagai persoalan kebangsaan sekaligus menghidupkan kembali semangat kritis yang menurutnya menjadi bagian penting dari tradisi HMI dan alumninya.

Menurut Rahman, istilah KAHMI Perjuangan kemudian digunakan untuk menggambarkan semangat tersebut.

Ia menjelaskan, pragmatisme yang dimaksudnya berkaitan dengan kecenderungan mengutamakan kenyamanan dan kepentingan tertentu sehingga orientasi perjuangan organisasi berpotensi terpinggirkan.

Namun, pandangan tersebut merupakan kritik yang disampaikan Rahman terhadap kondisi organisasi KAHMI dan bukan pernyataan mengenai sikap seluruh jajaran KAHMI.

Muncul di Tengah Perbedaan Respons

Dalam kesempatan itu, Rahman juga menyinggung adanya perbedaan respons dari sebagian pengurus KAHMI terhadap kegiatan dialog nasional tersebut.

Menurutnya, salah satu faktor yang mungkin memengaruhi respons tersebut adalah pilihan narasumber dan tema dialog yang dianggap berada di luar arus utama serta cukup sensitif.

“Karena itu, mungkin muncul kekhawatiran atau persepsi tertentu dari teman-teman di Majelis Daerah sehingga mereka kurang memberikan respons. Akhirnya, lahirlah istilah KAHMI Perjuangan sebagai bentuk alternatif dari kegiatan kita ini,” ujar Rahman.

Rahman yang juga merupakan Direktur Andalusia Institute itu menilai, perbedaan pandangan tersebut seharusnya dapat ditempatkan sebagai bagian dari dinamika organisasi dan ruang diskusi.

Baginya, keberadaan gagasan KAHMI Perjuangan tidak harus dimaknai sebagai upaya membangun struktur baru, tetapi sebagai ruang untuk menyampaikan kritik dan mengingatkan kembali fungsi sosial organisasi alumni HMI.

Diharapkan Jadi Ruang Koreksi

Rahman berharap gagasan tersebut dapat menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran KAHMI.

Menurut dia, organisasi alumni HMI memiliki ekspektasi publik yang besar sehingga tidak cukup hanya menjalankan aktivitas internal organisasi.

“Semoga ini bisa menjadi ruang kritis dan koreksi. Karena masyarakat memiliki ekspektasi besar terhadap keberadaan organisasi alumni HMI tersebut,” ungkapnya.

Ia juga menilai KAHMI perlu tetap memiliki perhatian terhadap berbagai persoalan publik dan kebijakan yang berdampak terhadap masyarakat.

Rahman berharap organisasi alumni HMI tidak hanya berada dalam zona nyaman atau terjebak pada kepentingan jabatan dan proyek, tetapi tetap menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kami berharap munculnya KAHMI Perjuangan tidak hanya sekadar istilah, tetapi menjadi bentuk koreksi bagi seluruh jajaran KAHMI. Sebab, di masyarakat terdapat harapan yang besar terhadap KAHMI,” jelasnya.

Bukan Organisasi Baru

Dengan demikian, bagi Rahman, istilah KAHMI Perjuangan lebih tepat dipahami sebagai gagasan dan ekspresi keresahan daripada sebuah organisasi baru dengan struktur tersendiri.

Gagasan tersebut lahir dari keinginan sebagian kalangan untuk menghadirkan kembali ruang kritis di lingkungan alumni HMI, khususnya dalam merespons persoalan kebangsaan dan kepentingan masyarakat.

Dialog nasional di Parepare pun menjadi salah satu ruang awal untuk mempertemukan gagasan tersebut dengan publik.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana gagasan KAHMI Perjuangan diterjemahkan dalam aktivitas dan diskursus di lingkungan alumni HMI, serta bagaimana respons organisasi KAHMI terhadap kritik dan masukan yang disampaikan. (*)