MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Balai Kota Makassar, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 santri dan santriwati dari 35 pondok pesantren serta lembaga pendidikan Islam di Kota Makassar.
Munafri bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat seragam Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Dalam amanat tersebut, ia menekankan bahwa Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan,” kata Munafri.
Peringatan HSN tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Sejalan dengan tema tersebut, Munafri mendorong para santri untuk mengambil peran dalam mewujudkan visi Indonesia Emas melalui penguasaan ilmu pengetahuan yang dibarengi adab dan akhlak.
“Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia,” tuturnya.
Menurut Munafri, pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa.
Selain menjalankan fungsi pendidikan dan dakwah, pesantren juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat untuk melahirkan generasi unggul yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Santri Perlu Dibekali Ilmu dan Karakter
Usai upacara, Munafri kembali menegaskan bahwa santri dan santriwati di Kota Makassar merupakan bagian penting dari pembangunan nasional.
Karena itu, pendidikan pesantren perlu membekali para santri dengan pengetahuan yang luas dan kemampuan beradaptasi, tanpa mengesampingkan penguatan karakter serta pemahaman keagamaan.
“Di pesantren ini lagi-lagi kita berharap tidak hanya dalam proses pendidikan, peningkatan knowledge, pengetahuan, tapi juga bagaimana santri ini lengkap dengan pengetahuan dan pendidikan akhlak, keagamaan,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi bahwa bekal tersebut penting agar santri mampu berkembang menjadi ilmuwan, pendidik, maupun tenaga profesional yang kompeten sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai agama.
Dengan perpaduan ilmu pengetahuan, akhlak, dan pemahaman keagamaan, santri diharapkan dapat berkontribusi lebih luas di berbagai sektor kehidupan serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.
Pemkot Makassar Dukung Pengembangan Pesantren
Munafri juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendukung pengembangan pendidikan pesantren.
Menurut dia, dukungan tersebut telah dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi yang berkaitan dengan pelayanan dan pemberdayaan umat.
“Perhatiannya Pemkot Makassar tentu besar sekali. Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, BAZNAS, dan Bagian Kesra Kota Makassar, banyak hal yang sudah dilakukan, mulai dari pemberian beasiswa hingga dukungan pembangunan sarana, prasarana, hingga infrastruktur pesantren,” jelasnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan di lingkungan pesantren, memperluas akses santri terhadap kesempatan belajar, serta menunjang penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Makassar pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali kontribusi pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan siap berperan dalam mewujudkan Indonesia Emas. (*)

























