MAKASSAR – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis resmi dibuka di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (30/10/2026). Ajang ini menjadi bagian dari persiapan menjaring atlet potensial untuk memperkuat Indonesia pada kompetisi internasional.
Pembukaan kejuaraan dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI), Irjen Pol M. Awal Chairuddin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kasdam XIV Hasanuddin, Wakapolda Sulawesi Selatan, Kapolrestabes Makassar, serta jajaran pengurus pusat dan daerah PESTI.
Dalam sambutannya, Awal menyampaikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai daerah yang mengikuti kejuaraan tersebut, termasuk kontingen Riau dan Aceh.
Menurutnya, Kejurnas Soft Tennis menjadi salah satu wadah untuk mengidentifikasi dan menyeleksi atlet potensial yang dipersiapkan mewakili Indonesia di tingkat internasional.
Bidik SEA Games 2027 dan Asian Games
Awal menjelaskan, sejumlah agenda olahraga internasional menjadi sasaran persiapan atlet soft tennis Indonesia. Di antaranya SEA Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, serta Asian Games yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar.
“Sejumlah agenda yang menjadi sasaran persiapan atlet di antaranya SEA Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia, serta Asian Games yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar,” ujar Awal.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Dukungan itu antara lain berupa penyediaan fasilitas lapangan oleh Pangdam XIV Hasanuddin, serta keterlibatan jajaran kepolisian dan pemerintah daerah.
Soft Tennis dan Karakteristik Pertandingannya
Dalam kesempatan itu, Awal turut memperkenalkan karakteristik olahraga soft tennis yang dinilai belum banyak dikenal masyarakat.
Ia menjelaskan, soft tennis menggunakan lapangan dengan ukuran dan spesifikasi yang sama seperti tenis lapangan konvensional. Namun, terdapat perbedaan dalam format pertandingan.
Pada nomor tunggal, pertandingan dimainkan dalam empat gim, sedangkan nomor ganda menggunakan lima gim. Format tersebut berbeda dengan tenis lapangan konvensional yang menggunakan sistem set.
Awal juga menyampaikan bahwa organisasi soft tennis di Indonesia telah terbentuk sejak 1988, dengan Abdul Gafur sebagai ketua umum pertama.
Atlet Diminta Junjung Sportivitas
Menutup sambutannya, Awal mengingatkan seluruh atlet dan kontingen agar menjaga sportivitas selama mengikuti pertandingan.
Ia juga mengajak para peserta memanfaatkan kesempatan berada di Makassar untuk mengenal lebih dekat daerah tersebut, termasuk menikmati beragam kuliner khas Kota Daeng.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kejuaraan Nasional Soft Tennis Pengurus Pusat resmi dinyatakan dibuka dan dimulai,” ujar Awal saat membuka kejuaraan.
Melalui Kejurnas ini, PP PESTI berharap dapat menemukan bibit atlet potensial sekaligus memperkuat persiapan Indonesia menghadapi agenda olahraga internasional mendatang. (*)













