Makassar

Porprov Sulsel 2026, Makassar Bidik 200 Emas dan Targetkan Juara Umum

Tim Redaksi
×

Porprov Sulsel 2026, Makassar Bidik 200 Emas dan Targetkan Juara Umum

Sebarkan artikel ini
Kota Makassar Terjunkan 824 Atlet di 45 Cabor, Porprov XVIII

MAKASSAR — Kota Makassar membidik minimal 200 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang berlangsung di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo, 7–14 November mendatang.

Target tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat melepas kontingen Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani, Selasa (27/10/2026).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Munafri, yang akrab disapa Appi, meminta para atlet memaksimalkan kemampuan dan menjaga semangat juang untuk kembali mengharumkan nama Makassar di ajang olahraga tingkat provinsi.

“Pertahankan gelar juara, harumkan olahraga Makassar menuju pentas nasional,” pesan Appi di hadapan para atlet dan jajaran kontingen.

Menurutnya, pelepasan kontingen bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menunjukkan hasil pembinaan, kedisiplinan, dan pengorbanan para atlet selama menjalani persiapan.

Ia optimistis kontingen Makassar mampu meraih hasil maksimal dengan dukungan seluruh unsur yang terlibat.

“Besar harapan kita untuk bisa memberikan hasil yang maksimal, hasil yang terbaik, dan yang lebih penting lagi, mempertahankan predikat juara umum dengan penambahan medali emas seperti yang ditargetkan, minimal 200 medali emas,” ujarnya.

Appi mengingatkan bahwa prestasi tidak datang secara instan, tetapi lahir dari proses panjang yang membutuhkan latihan, kerja keras, disiplin, dan pengorbanan.

“Jangan disia-siakan. Maksimalkan kemampuan dan keunggulan yang kalian miliki. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” katanya.

BACA JUGA:  Sowan ke KKLR Sulsel, Appi Sebut Makassar Ibarat Taman Bunga Penuh Belukar

Makassar Turunkan 824 Atlet di 45 Cabang Olahraga

Kontingen Kota Makassar diperkuat 824 atlet, terdiri atas 483 atlet putra dan 341 atlet putri. Mereka akan berlaga pada seluruh 45 cabang olahraga utama yang dipertandingkan dalam Porprov XVIII Sulsel 2026.

Para atlet didukung 153 pelatih, 126 ofisial, dan 23 mekanik. Dengan demikian, jumlah personel kontingen utama mencapai 1.171 orang.

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, yang dipercaya sebagai ketua kontingen, menyampaikan laporan kesiapan tersebut saat acara pelepasan.

Ia menjelaskan, dari 45 cabang olahraga utama yang diikuti, sebanyak 24 cabang akan dipertandingkan di Kabupaten Bone, sedangkan 21 cabang lainnya berlangsung di Kabupaten Wajo.

Makassar juga berpartisipasi dalam empat cabang olahraga ekshibisi dari total 10 cabang yang dipertandingkan.

Selain kontingen utama, terdapat 116 personel panitia pendukung yang membantu kelancaran pelayanan dan pemenuhan kebutuhan kontingen selama kompetisi. Dengan tambahan tersebut, total personel yang terlibat mencapai 1.287 orang.

Zulkifly berharap dukungan pemerintah kota dan seluruh unsur pendukung dapat menjadi penyemangat bagi atlet untuk menunjukkan performa terbaik.

Ia juga menyampaikan harapan agar Munafri Arifuddin dapat menghadiri pembukaan Porprov XVIII di Kabupaten Bone.

BACA JUGA:  Kuota Pekuburan Menipis, Wali Kota Makassar Tinjau Lahan Alternatif di Maros

Sportivitas dan Nama Baik Daerah Jadi Perhatian

Selain mengejar target medali, Appi mengingatkan para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kehormatan selama bertanding.

Menurutnya, kemenangan harus diraih dengan cara yang terhormat, menghormati lawan, serta mematuhi aturan pertandingan. Karakter atlet yang berintegritas dan bermartabat, kata dia, merupakan bagian penting dari prestasi olahraga.

“Raihlah prestasi dengan cara yang terhormat, hormatilah lawan, patuhi aturan pertandingan, dan tunjukkan karakter sebagai atlet Kota Makassar yang berintegritas dan bermartabat,” pesannya.

Ia juga meminta seluruh anggota kontingen menjaga nama baik Kota Makassar selama berada di Bone dan Wajo. Sikap santun, disiplin, dan bertanggung jawab harus tercermin dalam setiap aktivitas.

Bagi Appi, Porprov bukan semata-mata ajang memperebutkan medali, tetapi juga ruang mempererat hubungan antardaerah dan menjaga persatuan masyarakat Sulawesi Selatan.

“Bukan hanya sekadar bertanding, tetapi juga berkenalan dengan masyarakat yang datang dari seluruh Sulawesi Selatan. Ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan kita melalui olahraga,” ungkapnya.

Pemkot Siapkan Bonus dan Perkuat Fasilitas Olahraga

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet, Pemerintah Kota Makassar tengah menghitung skema bonus bagi mereka yang berhasil meraih prestasi pada Porprov XVIII 2026.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Matangkan Ducting Sharing, Targetkan Proyek Percontohan Tahun Ini

Meski besaran bonus belum diumumkan, Munafri memastikan pemerintah kota akan menyiapkan penghargaan bagi atlet yang mengharumkan nama daerah.

“Kami sedang menghitung benar-benar, tetapi insya Allah akan ada bonus yang disiapkan,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap kemajuan olahraga tidak boleh berhenti pada pemberian bonus. Penguatan infrastruktur dan fasilitas olahraga juga menjadi kebutuhan mendasar untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Munafri mengakui sejumlah fasilitas olahraga yang tersedia di Makassar bukan merupakan milik pemerintah kota. Karena itu, Pemkot Makassar berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan sarana yang dibutuhkan.

“Kami sedang mencoba membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan tersebut. Kami juga akan membangun infrastruktur yang memang dibutuhkan bagi pembinaan olahraga di kota ini,” jelasnya.

Appi juga berencana hadir langsung menyaksikan pertandingan kontingen Makassar selama Porprov berlangsung pada 7–14 November 2026. Kehadirannya diharapkan dapat menambah motivasi atlet dalam memperjuangkan prestasi terbaik.

Dengan kekuatan 824 atlet yang berlaga di seluruh cabang olahraga utama, Makassar kini bersiap menghadapi persaingan di Bone dan Wajo.

Target minimal 200 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum menjadi tantangan bagi kontingen untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga di Kota Daeng. (*)