MAKASSAR – Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Zainuddin Muayyad Fais, berhasil meraih Juara 3 atau 2nd Runner Up Duta Halal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) 2026.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang Halal Ambassador Competition Sulselbar 2026 yang berlangsung di pelataran Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus UIN Alauddin Makassar, Jumat (23/10/2026).
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Halal Fair UIN 2026 yang diselenggarakan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Alauddin Makassar.
Ajang tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya produk halal. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa tingkat akhir, Zainuddin mampu melewati berbagai tahapan seleksi hingga masuk tiga besar finalis terbaik.
Zainuddin mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu bukan semata-mata tentang gelar juara, melainkan juga hasil dari proses belajar, perjuangan, dan keberanian untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan gelar Juara 3 atau 2nd Runner Up Duta Halal Sulselbar 2026. Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar tentang gelar, tetapi juga tentang perjuangan, proses belajar, dan keberanian untuk terus mengembangkan diri,” ungkap Zainuddin.
Ia mengakui, mengikuti kompetisi di tengah tanggung jawab akademik menjadi tantangan tersendiri. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, ia harus membagi waktu antara penyelesaian studi dan persiapan menghadapi kompetisi.
“Sebagai mahasiswa tingkat akhir, tentu ada tantangan tersendiri dalam membagi waktu antara tanggung jawab akademik dan persiapan kompetisi. Namun, saya belajar bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti berusaha, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan, kedisiplinan, dan komitmen,” ujarnya.
Melewati Seleksi, Bersaing hingga Babak Final
Perjalanan Zainuddin meraih gelar Duta Halal Sulselbar 2026 melalui sejumlah tahapan seleksi. Setelah melewati seleksi administrasi, sebanyak 14 peserta dinyatakan lolos sebagai finalis dan mengikuti bimbingan teknis secara daring pada Selasa (20/10/2026).
Tahapan berikutnya adalah tes wawancara yang berlangsung Rabu (21/10/2026). Dalam sesi ini, para peserta diuji mengenai pemahaman konsep halal, proses sertifikasi halal, serta rancangan program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih menjadi Duta Halal Sulselbar.
Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, enam peserta terbaik berhasil melaju ke babak grand final.
Pada tahap penentuan, para finalis ditantang menyampaikan orasi mengenai pentingnya memilih produk halal, mempresentasikan program kerja untuk satu tahun ke depan, serta menjawab pertanyaan dewan juri melalui studi kasus.
Zainuddin berhasil menunjukkan kemampuannya dalam tahapan tersebut hingga dinobatkan sebagai Juara 3 Duta Halal Sulselbar 2026 pada acara penutupan Halal Fair UIN 2026, Jumat (23/10/2026).
Dorong Generasi Muda Aktif dalam Edukasi Halal
Zainuddin berharap prestasi yang diraihnya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi halal di tengah masyarakat.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi halal melalui pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai kehalalan produk diharapkan semakin mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kesadaran masyarakat dalam memilih produk halal, lanjutnya, perlu terus diperkuat melalui berbagai bentuk edukasi, baik lewat kegiatan formal maupun pendekatan yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan meraih pencapaian di luar kegiatan akademik.
Keterlibatan mereka dalam ajang Duta Halal diharapkan dapat memperkuat gerakan literasi halal serta mendorong masyarakat agar semakin memperhatikan kehalalan produk yang dikonsumsi dan digunakan.
Bagi Zainuddin, gelar yang diraih bukanlah akhir perjalanan, melainkan kesempatan untuk terus belajar dan mengambil bagian dalam edukasi halal bagi masyarakat. (*)













