MAKASSAR — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan aktif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat. Sulsel disebut menjadi provinsi di luar Pulau Jawa dengan jumlah penyelenggaraan Sekolah Rakyat terbanyak.
Apresiasi tersebut disampaikan Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat sekaligus Hari Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita” di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hasan Chabibie, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Rektor Universitas Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gus Ipul secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman beserta jajaran pemerintah daerah atas dukungan terhadap pelaksanaan program pendidikan tersebut.
“Kepada para gubernur, bupati, khususnya Gubernur Sulawesi Selatan, gubernur yang paling aktif, sehingga Sulawesi Selatan menjadi provinsi luar Jawa yang paling banyak penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas keterlibatan dan dukungannya dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat.
Gubernur Bangga dengan Program Sekolah Rakyat
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial yang telah memilih Sulawesi Selatan sebagai lokasi penyelenggaraan peringatan tersebut.
“Kami ingin mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Mensos RI yang telah berkenan melaksanakan kegiatan ini di Sulsel. Beliau luar biasa,” ujarnya.
Andi Sudirman juga menyampaikan kebanggaannya terhadap para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, program ini menjadi langkah penting dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Ia turut mengapresiasi Presiden RI Prabowo Subianto atas pelaksanaan kembali program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan.
“Saya juga anak hasil Sekolah Rakyat, Bapak saya alumni Sekolah Rakyat. Kami bangga, alumni Sekolah Rakyat juga bisa,” ungkapnya.
Menurut Andi Sudirman, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat melahirkan generasi yang mampu menduduki berbagai posisi penting, termasuk menjadi pemimpin nasional pada masa mendatang.
“Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau bahkan 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin dan presiden dari siswa Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Sulsel Operasikan 9 Sekolah Rakyat
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses pendidikan yang layak.
Saat ini, Sulawesi Selatan memiliki sembilan Sekolah Rakyat yang telah beroperasi. Sementara itu, tujuh sekolah lainnya masih dalam proses pembangunan.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan dan membuka kesempatan bagi lebih banyak anak untuk mendapatkan pendidikan yang mendukung masa depan mereka.
Andi Sudirman menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Atas nama Pemprov Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan program ini untuk Generasi Emas 2045,” katanya.
Apresiasi pemerintah pusat terhadap Sulawesi Selatan sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan dukungan terhadap Sekolah Rakyat. Dengan bertambahnya sekolah yang beroperasi, program ini diharapkan semakin memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah Sulsel. (*)















