LUWU — Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan komitmen penataan birokrasi berbasis kinerja dengan memberikan ultimatum kepada para pejabat yang baru dilantik untuk segera menunjukkan hasil kerja nyata.
Pesan tegas itu disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta kepala puskesmas di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Kabupaten Luwu, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Patahudding menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Jabatan ini adalah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan,” ujarnya.
Ia bahkan memberikan batas waktu enam bulan kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk membuktikan kinerja. Jika tidak mampu memenuhi ekspektasi, ia mempersilakan untuk mundur dari jabatan.
“Kita tidak punya banyak waktu. Kalau tidak bisa bekerja sesuai harapan, silakan mengundurkan diri. Yang kita butuhkan adalah kerja nyata,” tegasnya.
Patahudding juga memastikan bahwa proses penempatan jabatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan pelayanan publik, bukan karena kepentingan politik.
“Tidak ada lagi urusan politik. Semua ini murni untuk pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Secara khusus, ia memberi perhatian kepada kepala puskesmas agar lebih aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan gizi buruk melalui kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, penerapan nilai ASN BerAKHLAK serta inovasi pelayanan publik menjadi poin penting yang harus dijalankan sejalan dengan visi pembangunan daerah “Luwu Unggul, Berkarakter, dan Berbasis Agribisnis”.
Dalam arahannya, Bupati juga menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan sebagai indikator kinerja aparatur di tingkat wilayah. Ia menginstruksikan camat dan lurah untuk menggelar kegiatan bersih-bersih setiap Jumat sebelum memulai aktivitas kerja.
“Saya tidak ingin ada wilayah yang kotor. Kebersihan menjadi bagian dari penilaian kinerja,” tegasnya.
Adapun sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik antara lain Masling sebagai Inspektur Daerah, Ahmad Awwabin sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Iqbal Halwi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kasmaruddin sebagai Staf Ahli Bidang Sosial Politik.
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (*)
























