Makassar

Sudah Kantongi Undangan, Ustaz Nasrullah Mengaku Dicoret dari Pelantikan Imam Lurah Makassar

Tim Redaksi
×

Sudah Kantongi Undangan, Ustaz Nasrullah Mengaku Dicoret dari Pelantikan Imam Lurah Makassar

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Imam Kelurahan se-Makassar 2026

MAKASSAR — Ustaz Nasrullah Mus menyampaikan keberatan atas batalnya pelantikannya sebagai Imam Lurah Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Ia menilai pembatalan tersebut dilakukan secara sepihak meski sebelumnya telah menerima undangan resmi dan hadir di lokasi pelantikan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelantikan imam kelurahan berlangsung di Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf, Kamis (25/6/2026). Dalam kegiatan itu, Pemerintah Kota Makassar mengukuhkan sebanyak 153 imam kelurahan dari berbagai wilayah.

Namun, Nasrullah mengaku namanya tidak tercantum dalam daftar imam yang dilantik, padahal sehari sebelumnya ia telah menerima undangan resmi untuk menghadiri prosesi tersebut.

“Hari Kamis pelantikan. Saya menerima undangan pada malam Rabu sekitar pukul 20.00 Wita,” ujar Nasrullah, Sabtu (27/6/2026), dikutip fajar.co.id.

Ia mengaku telah mengikuti seluruh tahapan seleksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 14 Tahun 2013 tentang mekanisme seleksi imam kelurahan. Karena itu, ia mempertanyakan alasan pencoretan namanya menjelang pelantikan.

“Terpilihnya kami sebagai Imam Kelurahan yang nota bene sudah dinyatakan terpilih, kemudian dibatalkan secara sepihak,” katanya.

Menurut Nasrullah, persoalan ini bukan semata-mata soal jabatan. Ia menegaskan tidak memiliki ambisi pribadi untuk menjadi imam kelurahan, tetapi keberatan terhadap proses yang dinilainya tidak sesuai ketentuan.

“Kami tidak ada ambisi menjadi imam kelurahan. Tetapi kalau caranya seperti ini, tentu kami akan memperjuangkannya karena menurut kami bertentangan dengan aturan Perwali tentang seleksi imam kelurahan,” tegasnya.

Merasa dirugikan, Nasrullah mengaku telah membawa persoalan tersebut ke DPRD Kota Makassar. Ia berharap ada penjelasan resmi terkait keputusan yang menyebabkan dirinya gagal dilantik.

“Saya maju melawan ketidakadilan. Yang saya perjuangkan adalah penegakan aturan dan nama baik saya sebagai imam masjid,” ujarnya.

Selain itu, Nasrullah mengungkapkan telah menemui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar, Muhammad Syarief, didampingi Ketua RT setempat. Namun, menurutnya, pertemuan tersebut belum menghasilkan penjelasan yang memuaskan.

“Betul, kami sudah menghadap Pak Kabag Kesra bersama RT, tetapi belum ada jawaban yang benar-benar menjelaskan alasan pembatalan itu,” katanya.

Ia bahkan menduga terdapat faktor lain yang memengaruhi keputusan tersebut.

“Bahkan ada kecenderungan mengarah pada tekanan dari atas,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Muhammad Syarief, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang diajukan media terkait pernyataan Nasrullah maupun alasan pembatalan pelantikannya. (*)