SIDRAP – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) RI, angka kemiskinan ekstrem di daerah tersebut turun menjadi 0,94 persen pada 2025, dari 1,57 persen pada tahun sebelumnya.
Penurunan sebesar 0,63 persen itu menempatkan Sidrap sebagai kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Provinsi Sulawesi Selatan. Bahkan, capaian tersebut juga menjadi salah satu yang terendah di kawasan Pulau Sulawesi.
Data tersebut menunjukkan bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidrap mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, pemerintah daerah terus mengakselerasi berbagai program pengentasan kemiskinan melalui pendekatan yang terintegrasi.
Sejumlah sektor menjadi fokus utama, mulai dari penguatan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, perluasan perlindungan sosial, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat rekam jejak Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam bidang pembangunan sosial.
Sebelumnya, daerah ini menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai Kabupaten Terbaik I Regional Sulawesi dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan program yang tidak hanya berorientasi pada penurunan angka kemiskinan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Penurunan kemiskinan ekstrem ini adalah bukti bahwa pembangunan yang terarah, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan ekstrem hingga berada di bawah satu persen menjadi indikator bahwa pembangunan di Sidrap berjalan secara lebih inklusif dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Sidrap pun berkomitmen mempertahankan tren positif tersebut melalui penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perluasan akses masyarakat terhadap berbagai program perlindungan sosial.
Dengan capaian ini, Kabupaten Sidrap semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja pembangunan terbaik di Sulawesi, sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah. (*)


























