MAKASSAR – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel menghadirkan layanan pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendorong deteksi dini berbagai gangguan penglihatan yang semakin banyak dialami masyarakat, terutama akibat tingginya aktivitas menggunakan perangkat digital.
Pelayanan pemeriksaan dipusatkan di RSKD Haji Makassar sejak 15 Juni hingga 10 Juli 2026. Hingga memasuki gelombang ketiga pelaksanaan, lebih dari 300 warga telah mengikuti pemeriksaan, dengan target penerima manfaat mencapai sekitar 500 orang.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan ketajaman penglihatan (visus), deteksi gangguan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme (silinder), konsultasi dengan dokter spesialis mata, hingga pemberian kacamata gratis bagi peserta yang memenuhi kriteria medis.
Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi TP PKK Sulsel, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, RSKD Haji Makassar, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), serta Lions Club International.
Dalam kegiatan ini, PERDAMI menurunkan dokter spesialis mata beserta peralatan pemeriksaan, sedangkan Lions Club International mendukung penyediaan kacamata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Direktur RSKD Haji Makassar, dr. Rachmawati Syahrir, Sp.KK., M.Kes., FINSDV, mengatakan pemeriksaan kesehatan mata kini menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah meningkatnya penggunaan gawai dalam aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, banyak gangguan penglihatan berkembang tanpa disadari karena belum menimbulkan keluhan yang dirasakan pasien. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.
“Screening kebutuhan penggunaan kacamata sudah menjadi sesuatu yang sangat penting. Banyak gangguan penglihatan tidak dirasakan secara subjektif sehingga diperlukan pemeriksaan khusus untuk memastikan kondisinya. Kegiatan ini sangat signifikan karena membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan matanya lebih awal,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara RSKD Haji Makassar, PERDAMI, TP PKK Sulsel, dan berbagai mitra dapat memberikan manfaat luas, khususnya bagi anak usia sekolah dan masyarakat usia produktif yang sangat bergantung pada fungsi penglihatan dalam aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Daerah Lions Club International Wilayah Makassar, Lianawati Tjokrohartono, menegaskan bahwa kesehatan mata merupakan salah satu fokus utama organisasi yang dipimpinnya.
“Kami ingin membantu masyarakat memiliki penglihatan yang lebih baik melalui pembagian kacamata gratis, baik untuk kebutuhan lensa plus maupun minus. Mata adalah organ yang sangat penting, tetapi sering kali kurang mendapat perhatian. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Lianawati, Lions Club International secara konsisten menjalankan berbagai program pelayanan kesehatan mata melalui pilar Vision, mulai dari edukasi, pemeriksaan kesehatan mata, hingga penyediaan alat bantu penglihatan bagi masyarakat.
Salah seorang peserta, Nilda, mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut setelah mulai mengalami gangguan penglihatan dalam beberapa waktu terakhir.
“Saya ingin tahu apakah mata saya sehat atau tidak, apakah mengalami minus karena belakangan penglihatan terasa rabun. Semoga setelah ini saya bisa membaca dengan lebih baik, membantu anak-anak mengerjakan PR, dan melakukan pekerjaan lebih rapi tanpa terganggu masalah penglihatan,” tuturnya.
Selain pemeriksaan mata gratis, rangkaian HKG PKK ke-54 dan HUT ke-46 Dekranas di Sulawesi Selatan juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan lainnya bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Sulsel dan Dekranasda Sulsel menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendorong pemberdayaan keluarga dan pengembangan UMKM, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan tanpa dipungut biaya. (*)

















