SIDRAP – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menunjukkan perubahan yang signifikan dalam berbagai sektor.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan daerah yang selama ini dikenal sebagai kawasan lintasan kini telah berkembang menjadi salah satu destinasi baru di Sulawesi Selatan, didukung pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan aktivitas masyarakat yang semakin dinamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Syaharuddin saat menghadiri kegiatan Fun Night Kalla Toyota di halaman Kompleks SKPD Kabupaten Sidrap, Sabtu malam (11/7/2026).
Menurutnya, perubahan tersebut lahir dari semangat masyarakat dalam membangun daerah, yang berdampak pada meningkatnya minat masyarakat dari luar untuk berkunjung ke Sidrap.
“Itu tanda bahwa Sidrap setahun ini kita ubah. Dulu Sidrap daerah yang dilewati, sekarang sudah menjadi destinasi. Karena orang Sidrap bekerjanya penuh semangat, penuh cinta, dan kasih sayang. Itulah yang diinginkan orang, sehingga mereka tertarik datang ke daerah kita,” ujar Syaharuddin.
Transformasi itu, kata dia, tercermin dari capaian ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen, meningkat dari sekitar 4 persen pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Sidrap sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Syaharuddin menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh berbagai pembenahan, terutama di sektor pertanian yang kini mulai bertransformasi menuju sistem yang lebih modern. Kemudahan akses pupuk serta meningkatnya produktivitas petani, menurutnya, ikut memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonominya naik, orang miskinnya turun. Setahun ini kita mengubah pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Pupuk yang tadinya susah sekarang lancar. Motivasi dan peningkatan ekonomi bertambah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan penggunaan produk dan jasa lokal agar perputaran uang tetap berada di Sidrap serta memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha setempat.
Ia mencontohkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidrap yang mendorong penggunaan jasa penjahit lokal untuk kebutuhan pakaian dinas. Langkah serupa, menurutnya, juga dapat diterapkan dalam berbagai sektor usaha lain, termasuk industri otomotif.
“Saya merekomendasikan orang Sidrap belanja di kampung sendiri. Contohnya pakaian dinas, saya jahit di jalan SKPD agar tukang jahit kita yang dapat uangnya. Sama dengan penjualan mobil, kita dorong masyarakat beli di sini,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kalla Toyota yang memilih Sidrap sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, agenda seperti ini tidak hanya mempererat hubungan dengan komunitas otomotif, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal melalui meningkatnya kunjungan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sport tourism dan komunitas otomotif, Pemerintah Kabupaten Sidrap berencana memperpanjang lintasan drag race dari 201 meter menjadi 402 meter untuk penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurdas) Drag Race pada Agustus mendatang. Selain itu, kawasan Puncak Bila juga disiapkan sebagai alternatif lokasi berbagai kegiatan komunitas otomotif.
Sementara itu, manajemen Kalla Toyota Cabang Sidrap menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas Toyota, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol, Kasat Intelkam, Camat Watang Pulu, Lurah Batu Lappa, serta ratusan anggota komunitas Toyota Lovers yang memeriahkan acara hingga malam hari. (*)


























