SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat merespons dinamika harga telur yang belakangan mengalami fluktuasi.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menggelar pertemuan koordinasi bersama peternak ayam petelur dan pedagang telur di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Kamis malam (4/6/2026).
Pertemuan ini menjadi forum dialog langsung antara pemerintah daerah, pelaku usaha peternakan, dan pedagang untuk memetakan persoalan rantai pasok sekaligus mencari langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
Dialog Langsung Peternak dan Pedagang
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Syaharuddin berdialog intensif dengan para peternak terkait berbagai kendala di lapangan, mulai dari biaya pakan, efisiensi produksi, hingga hambatan distribusi hasil ternak.
Di sisi lain, para pedagang menyampaikan kondisi pasar terkini serta perubahan tingkat permintaan masyarakat yang turut memengaruhi pergerakan harga.
Sejumlah perangkat daerah dan unsur legislatif turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Anggota DPRD Sidrap, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ahmad Dollah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muhammad Fajri Salman, serta jajaran bagian perekonomian dan tata pemerintahan.
Dua Faktor Utama Fluktuasi Harga
Bupati Syaharuddin menjelaskan bahwa berdasarkan analisis pemerintah daerah, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi dinamika harga telur dalam beberapa waktu terakhir, yakni penurunan permintaan pasar dan hambatan distribusi, termasuk aspek karantina.
Menurutnya, penurunan daya serap pasar terjadi sejak pertengahan Mei, namun diproyeksikan kembali normal seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan hajatan.
“Dari hasil pemantauan, penurunan permintaan ini bersifat sementara. Kami optimistis akan kembali stabil dalam waktu dekat,” ujarnya.
Langkah Intervensi Pasar dan Distribusi
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab Sidrap menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui penguatan program distribusi pangan yang melibatkan pemanfaatan telur dalam kegiatan konsumsi berbasis program daerah.
Pemerintah juga memperluas jejaring pemasaran peternak dengan menggandeng pelaku usaha dari berbagai daerah, termasuk hasil koordinasi dengan KPPG serta peternak dari beberapa pasar regional.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong optimalisasi penggunaan telur lokal dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk acara sosial dan hajatan, guna memperkuat serapan produksi peternak.
Percepatan Layanan Karantina
Pada aspek distribusi, Bupati menyoroti perlunya percepatan layanan pemeriksaan dan karantina produk hewan.
Pemerintah daerah berencana menghadirkan fasilitas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Sidrap untuk memangkas ketergantungan pada layanan di luar daerah.
“Saya ingin layanan ini sudah bisa beroperasi di Sidrap dalam waktu dekat agar peternak lebih efisien,” tegasnya.
Selain stabilisasi harga, Pemkab Sidrap juga menekankan pentingnya pengendalian produksi agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang dapat menekan harga pasar.
Langkah lain yang disepakati mencakup pendataan peternak dalam sistem koordinasi resmi, penguatan transparansi distribusi, hingga rencana pengembangan industri turunan seperti pabrik tepung telur.
Pertemuan tersebut menghasilkan sepuluh poin kesepakatan, di antaranya evaluasi rutin setiap dua bulan, penguatan mekanisme pasar, pengendalian produksi, percepatan layanan pemeriksaan produk hewan, serta sinergi program SPHP jagung sebagai penunjang pakan ternak.
Pemerintah daerah juga menyiapkan agenda strategis termasuk persiapan kunjungan kerja kementerian terkait untuk memperkuat dukungan kebijakan di sektor peternakan Sidrap. (*)


























