MAKASSAR – Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang menghadirkan ratusan pelaku usaha kriya dan wastra dari seluruh Indonesia.
Salah satu agenda utama dalam perhelatan nasional tersebut adalah pameran kriya dan wastra yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.
Pameran ini diikuti Dekranas Pusat, Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia beserta UMKM binaannya, sejumlah kementerian dan lembaga, serta Dekranasda Sulawesi Selatan bersama 24 kabupaten/kota.
Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan panitia telah menyiapkan 204 stan untuk menampung seluruh peserta pameran dari berbagai daerah.
“Total stan yang kami siapkan sebanyak 204 unit. Penataan ini telah disesuaikan agar seluruh peserta dapat menempati area pameran secara terpusat dan lebih nyaman bagi pengunjung,” ujarnya di Makassar, Rabu (8/7/2026).
Menurut Sukarniaty, penyelenggaraan pameran diyakini akan meningkatkan kunjungan masyarakat mengingat lokasi kegiatan berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Makassar yang setiap akhir pekan dikunjungi sekitar 20.000 hingga 40.000 orang per hari, sedangkan pada hari biasa mencapai 5.000 hingga 7.000 pengunjung.
Ia optimistis jumlah tersebut akan meningkat selama pelaksanaan pameran karena menghadirkan beragam produk unggulan kriya dan wastra dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, pameran ini diharapkan menjadi wadah promosi sekaligus memperluas akses pasar bagi para perajin nasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antardaerah untuk memperkuat jejaring usaha dan meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia.
“Kami berharap akses pasar semakin terbuka, terbangun kerja sama antardaerah, sehingga para perajin dapat naik kelas, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” katanya.
Menurutnya, pertemuan ratusan perajin dari berbagai provinsi juga akan menjadi ruang saling belajar dan berbagi inovasi sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas, kreativitas, serta kuantitas produk kriya dan wastra Indonesia.
“Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan ini. Para perajin akan semakin terdorong untuk berinovasi karena adanya kompetisi yang sehat sekaligus peluang memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pasar yang lebih luas,” jelas Sukarniaty.
Pameran telah mulai berlangsung sejak 8 Juli 2026 dengan peserta dari Dekranasda Sulawesi Selatan bersama 24 kabupaten/kota. Sementara mulai 9 Juli, peserta dari seluruh Indonesia telah bergabung dan membuka stan masing-masing, meski pembukaan resmi pameran dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026 oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran.
Melalui penyelenggaraan pameran berskala nasional ini, Sulawesi Selatan diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah yang sukses, tetapi juga mampu memperkuat posisi sebagai salah satu pusat promosi produk kriya, wastra, dan UMKM unggulan Indonesia. (*)
















