BARRU – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 melaksanakan program CERIA (Cek Pertumbuhan dan Perkembangan) Balita di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.
Program yang diinisiasi oleh Ade Putri Dhamira tersebut berlangsung pada 20–28 Juli 2026 dan dilaksanakan di delapan posyandu dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Doi-Doi serta kader posyandu di masing-masing dusun.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya memperkuat deteksi dini terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita melalui pemeriksaan antropometri serta skrining perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai kelompok usia anak.
Pemeriksaan dilakukan untuk menilai berbagai aspek perkembangan, mulai dari kemampuan motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbicara dan berbahasa, hingga perkembangan sosial serta kemandirian anak.
Selain melakukan pengukuran, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan anak dan orang tua guna mengamati perkembangan sesuai tahapan usia. Seluruh hasil pemeriksaan dicatat sebagai bahan pemantauan sekaligus dasar tindak lanjut apabila ditemukan indikasi keterlambatan perkembangan.
Program CERIA menjangkau seluruh wilayah Desa Jangan-Jangan melalui delapan posyandu, yakni Posyandu Satria di Dusun Bette, Posyandu Kamboja di Dusun Pangi, Posyandu Cempaka di Dusun Tinco, Posyandu Mahoni di Dusun Tangngassoe, Posyandu Teratai di Dusun Bontorea, Posyandu Tulip di Dusun Ere, Posyandu Pinus di Dusun Beruru, serta Posyandu Matahari di Dusun Mare-Mare.
Tak hanya melakukan skrining, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara rutin.
Mereka menekankan bahwa perkembangan anak tidak hanya diukur dari berat badan dan tinggi badan, tetapi juga dari kemampuan yang seharusnya dicapai sesuai tahapan usia.
Dengan pemahaman tersebut, diharapkan setiap keterlambatan perkembangan dapat dikenali lebih awal sehingga anak memperoleh penanganan yang tepat.
Bidan Desa Jangan-Jangan, Ikrima Nur Fitra Qalbi, mengapresiasi pelaksanaan Program CERIA karena dinilai melengkapi pelayanan posyandu yang selama ini lebih banyak berfokus pada pemantauan pertumbuhan balita.
“Program ini sangat baik karena selain memantau pertumbuhan anak, juga dilakukan pemeriksaan perkembangan menggunakan KPSP sesuai usia. Dengan adanya skrining seperti ini, keterlambatan perkembangan dapat diketahui lebih dini sehingga orang tua dapat segera memperoleh edukasi maupun tindak lanjut yang diperlukan,” ujarnya.
Melalui Program CERIA, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap pemantauan tumbuh kembang balita di Desa Jangan-Jangan dapat berlangsung lebih optimal.
Program ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (*)











