Sulawesi Selatan

Ribuan Warga Lintas Agama Jalan Sehat Bersama Gubernur Sulsel, Serukan Harmoni

Tim Redaksi
×

Ribuan Warga Lintas Agama Jalan Sehat Bersama Gubernur Sulsel, Serukan Harmoni

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman

MAKASSAR – Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama dan komunitas berbaur dalam Jalan Sehat Anti Mager “Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama” yang digelar Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulsel, Sabtu (8/8/2026).

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melepas langsung peserta kegiatan yang mengambil titik awal di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel tersebut.

Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas agama untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman Sulawesi Selatan.

Peserta dari berbagai latar belakang tampak berbaur sepanjang kegiatan. Tidak terlihat sekat berdasarkan agama maupun komunitas. Suasana tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat membangun kebersamaan dan persaudaraan.

Antusiasme peserta juga terlihat saat Gubernur Andi Sudirman berada di tengah-tengah kegiatan. Sejumlah peserta bahkan menghampiri untuk bersalaman dan mengabadikan momen bersama melalui swafoto.

Andi Sudirman mengapresiasi inisiatif FKLA Sulsel yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu kegiatan bersama. Menurutnya, semangat kebersamaan dan toleransi merupakan modal penting untuk menjaga persatuan serta kehidupan sosial yang harmonis.

“Bergerak bersama, sehat bersama, dan terus menjaga harmoni dalam keberagaman,” ujar Andi Sudirman.

Ia menilai semangat tersebut penting untuk terus dirawat karena keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.

Melalui kegiatan Jalan Sehat Anti Mager, FKLA Sulsel bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak hanya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup aktif dan sehat, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya memperkuat persaudaraan dan kepedulian kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang agama.

Kebersamaan warga lintas agama dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif untuk memperkuat toleransi serta menjaga suasana kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan tetap rukun di tengah keberagaman. (*)