MAKASSAR — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mengintensifkan normalisasi saluran drainase dan pengerukan kanal di sejumlah kawasan rawan banjir, termasuk Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan menjelang musim hujan pada November dan Desember 2026. Kawasan Paccerakkang, khususnya Kompleks Mangga Tiga dan Kompleks Gubernur, selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Kota Makassar.
Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar, Lukmanul Hakim, mengatakan pengerjaan dilakukan dengan membersihkan saluran, memperbaiki drainase di sisi jalan, serta memeriksa kondisi pintu air.
“Paccerakkang memang menjadi salah satu titik rawan banjir di Kota Makassar. Karena itu, kami melakukan normalisasi saluran untuk memastikan aliran air tidak terhambat,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Menurut Lukmanul, Dinas PU mengerahkan sekitar 150 personel Satuan Tugas (Satgas) Drainase untuk mendukung pekerjaan tersebut. Pembersihan dan pengerjaan saluran telah dilakukan beberapa hari sebelum pernyataan itu disampaikan.
Sedimen dan Sampah Hambat Aliran Air
Dalam proses normalisasi, petugas menemukan sejumlah saluran mengalami penyempitan akibat penumpukan sedimen. Selain itu, sampah yang menyumbat saluran turut menghambat kelancaran aliran air.
Kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas drainase dan memperlambat aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Karena itu, pengerjaan difokuskan pada pengangkatan sedimen, pembersihan sampah, serta pemeliharaan fungsi saluran agar air hujan dapat mengalir lebih lancar.
Lukmanul mengatakan, penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan setempat agar pekerjaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Tindak Lanjut Penanganan Banjir
Normalisasi drainase di sepanjang Jalan Paccerakkang juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar menindaklanjuti persoalan banjir yang berulang dikeluhkan warga.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, yang sebelumnya meninjau langsung kawasan rawan banjir untuk mencari solusi bagi masyarakat.
Meski normalisasi diharapkan dapat memperbaiki aliran air, penanganan banjir tetap membutuhkan upaya berkelanjutan, termasuk pemeliharaan infrastruktur dan penanganan titik-titik saluran yang bermasalah.
Warga Diajak Menjaga Saluran Drainase
Selain mengandalkan pengerjaan teknis, Dinas PU Makassar mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.
Warga diimbau tidak membuang sampah ke selokan, tidak menutup jalur aliran air, serta rutin membersihkan saluran di sekitar rumah untuk mencegah penyumbatan.
Lukmanul juga mendorong penguatan kembali budaya gotong royong sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan dan keberlanjutan infrastruktur publik.
“Tim Satgas di PU terus siaga melakukan langkah antisipatif sejak dini agar aliran air tetap lancar dan masyarakat dapat menjalani aktivitas saat hujan,” katanya.
Melalui normalisasi drainase dan keterlibatan masyarakat, Pemkot Makassar berharap risiko genangan di kawasan Paccerakkang dapat dikurangi saat musim hujan tiba. Namun, efektivitas penanganan tersebut tetap perlu dilihat dari kondisi saluran dan kejadian genangan setelah hujan dengan intensitas tinggi. (*)














