MAKASSAR — Netherlands Maritime Business Forum yang digelar di Hotel Hyatt Place Makassar menjadi ajang penting untuk mempererat kerja sama Indonesia–Belanda di sektor kemaritiman.
Forum ini menghadirkan delegasi maritim Belanda dan berbagai pemangku kepentingan nasional dan daerah, termasuk Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang tampil sebagai pembicara utama.
Mengangkat tema besar pengembangan pelabuhan, forum ini menjadi ruang strategis untuk menjajaki peluang investasi dan kolaborasi teknologi maritim di Indonesia Timur.
Dalam presentasinya bertajuk “Port Development in Makassar”, Munafri menekankan kesiapan Makassar untuk menjadi pusat kemaritiman dan logistik kawasan timur Indonesia.
“Kami menyambut baik kedatangan delegasi Belanda. Namun, kami ingin lebih dari sekadar kunjungan. Kami ingin membangun kemitraan konkret dan investasi nyata yang berdampak langsung ke masyarakat,” tegas Munafri dalam sambutan berbahasa Inggris.
Ia menyampaikan bahwa posisi Makassar yang berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) menjadikannya sangat potensial untuk pengembangan pelabuhan bertaraf internasional.
Menurut Munafri, Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan penuh dalam bentuk regulasi yang kondusif dan infrastruktur yang memadai.
“Makassar terbuka untuk semua bentuk investasi di sektor maritim. Namun kami ingin memastikan bahwa semua investasi harus inklusif, melibatkan masyarakat lokal, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Forum ini juga menyoroti pentingnya teknologi pelabuhan ramah lingkungan, pengelolaan limbah laut, serta perikanan berkelanjutan.
Kehadiran Belanda sebagai salah satu negara dengan teknologi maritim paling maju di dunia memberikan harapan besar atas terwujudnya kerja sama yang progresif.
Usai sesi presentasi, Wali Kota Makassar melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia dan sejumlah pejabat tinggi Kerajaan Belanda, termasuk Brigit Gijsbers, Direktur Jenderal Urusan Maritim dan Penerbangan dari Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda.
Pertemuan ini membahas tindak lanjut teknis atas peluang kerja sama investasi pelabuhan, sistem logistik terpadu, dan dukungan kapasitas sumber daya manusia lokal di bidang maritim.
Dengan digelarnya forum ini, Makassar tidak hanya memperkuat posisinya sebagai simpul maritim nasional, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk membuka diri terhadap investasi internasional yang memberi manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)














