Berita

Guru Penjas SMAN 14 Makassar Persembahkan Perunggu untuk Sulsel di Pornas 2025

Tim Redaksi
×

Guru Penjas SMAN 14 Makassar Persembahkan Perunggu untuk Sulsel di Pornas 2025

Sebarkan artikel ini
Ramdhani, Guru Olahraga SMA Negeri 14 Makassar yang Antar Korpri Sulsel Raih Medali Pornas XVII
Ramdhani, Guru Olahraga SMA Negeri 14 Makassar yang Antar Korpri Sulsel Raih Medali Pornas XVII

PALEMBANG — Di tengah riuh tepuk tangan penonton di GOR Sekolah Palembang Harapan (SPH), sosok mungil berseragam tim Korpri Sulsel tampak berdiri tegap di podium.

Medali perunggu menggantung di dadanya, sementara senyum lepas menghiasi wajahnya — tanda misi selesai.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dialah Ramdhani, S.Pd., akrab disapa Dani, guru Pendidikan Jasmani di SMA Negeri 14 Makassar yang menjadi bagian penting dalam keberhasilan Tim Basket Putra Korpri Sulawesi Selatan meraih posisi ketiga di Pekan Olahraga Nasional (Pornas) XVII Korpri Palembang 2025.

Bagi Dani, medali itu bukan sekadar logam penghias dada, melainkan simbol dari perjalanan panjang seorang anak yang mencintai basket sejak kecil — bahkan ketika sekolahnya dulu tak punya ring sungguhan.

“Waktu SD, kita tidak punya ring. Cuma digambar di batang pohon. Kalau bola kena tengah lingkaran, berarti dianggap masuk,” kenangnya sambil tertawa kecil.

Semangat itu lahir dari rasa penasaran dan sedikit gengsi. Ia kerap diremehkan oleh teman sekelas yang lebih dulu mahir bermain. Tapi dari situ pula api tekadnya menyala.

“Saya bilang ke diri sendiri, nanti kita ketemu lagi. Waktu itu saya belum bisa main, tapi saya janji bakal bisa,” ujarnya.

Janji itu ia tepati. Saat menempuh pendidikan di SMP Negeri 18 Makassar, Dani mulai dilatih oleh Kurniawan Huzairin, yang kini menjadi pelatih Tim Basket Korpri Sulsel di Pornas.

Dari latihan demi latihan, Dani tumbuh menjadi pemain cerdas dan tangguh.

“Akhirnya saya sering kalahkan teman yang dulu meremehkan itu,” katanya sambil tersenyum.

Perjalanan itu berlanjut hingga SMA Negeri 11 Makassar, sebelum akhirnya ia menempuh studi di Universitas Negeri Makassar (UNM), jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

“Awalnya saya ingin jadi tentara, tapi ternyata takdir membawa saya ke dunia olahraga. Saya jalani dan syukuri, karena olahraga itu dunia saya,” ungkapnya.

Kini, di sela aktivitas mengajar, Dani masih aktif berlatih di komunitas basket. Dari sanalah pelatih kembali melihat potensinya dan mengajaknya bergabung mengikuti seleksi Tim Basket Korpri Sulsel.

“Saya tidak menyangka akan dipilih. Tapi ternyata dipercaya, jadi saya bertekad membuktikan diri,” katanya.

Sebagai playmaker, Dani berperan penting sebagai pengatur tempo dan pembagi serangan. Dengan tinggi badan 160 cm, ia terbiasa menghadapi lawan-lawan bertubuh jauh lebih tinggi.

“Waktu di Pornas, playmakernya banyak yang 180-an. Tapi saya tidak minder. Yang penting kerja sama tim dan fokus,” ujarnya mantap.

Dikenal rendah hati dan bersemangat, Dani mengidolakan LeBron James — sosok yang dianggapnya kuat namun sederhana.

“LeBron itu kuat dan humble. Mainnya nggak banyak gaya, tapi efisien. Saya belajar dari cara dia memimpin permainan,” tuturnya.

Meski baru pertama kali tampil di ajang Pornas, Dani sudah menatap visi jangka panjang: ingin membentuk wadah resmi Basketball Korpri Sulsel agar semangat olahraga ASN terus hidup.

“Harapan saya setelah ini, Korpri bisa punya komunitas basket yang rutin menggelar turnamen antarlembaga,” ujarnya penuh harap.

Beberapa prestasi yang telah diraihnya antara lain Juara 1 LA Campus League Sulawesi Series dan Juara 3 Bimpeaga Indonesia Timur.

Medali perunggu dari Palembang menjadi simbol lebih dari sekadar kemenangan. Ia adalah bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan cinta terhadap olahraga mampu membawa seseorang melampaui batas-batas yang tampak di permukaan. (*)