Berita

CITM 2025 di Haikou Jadi Momentum Sulsel Gaet Wisatawan China, ASITA Bidik Rute Langsung Guangzhou–Makassar

Tim Redaksi
×

CITM 2025 di Haikou Jadi Momentum Sulsel Gaet Wisatawan China, ASITA Bidik Rute Langsung Guangzhou–Makassar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — China International Travel Mart (CITM) 2025 yang akan digelar di Haikou, Hainan, menjadi momentum strategis bagi Sulawesi Selatan untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara, khususnya dari China.

Melalui partisipasi Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), peluang masuknya wisatawan China ke Sulsel dinilai semakin terbuka lebar.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sekretaris Umum ASITA DPD Sulawesi Selatan, Ratu Noorita, menyebut China merupakan pasar outbound terbesar dunia dan menjadi pasar prioritas nasional Indonesia. Sepanjang 2024, kunjungan wisatawan China ke Indonesia mencapai sekitar 1,19 juta orang, dan pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi 1,3 juta wisatawan.

“CITM adalah pameran pariwisata internasional terbesar di Asia yang mempertemukan langsung pelaku industri pariwisata dunia. Di sinilah peluang konkret kerja sama B2B terbuka luas,” ujar Ratu Noorita, yang juga Ketua Indonesia Tour Leader Association (ITLA) DPD Sulsel dalam keterangannya,  Senin (22/12/2025).

CITM 2025 diperkirakan akan diikuti lebih dari 1.000 exhibitor dari 80 negara, melibatkan sekitar 600 buyer profesional internasional, serta ratusan sesi business matching. ASITA diundang secara resmi untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut, yang dinilai menjadi langkah strategis membuka akses pasar China secara lebih terstruktur.

Selain promosi destinasi, peluang besar Sulawesi Selatan juga diperkuat oleh perkembangan konektivitas udara. Ratu Noorita mengungkapkan, CEO China Southern Airlines sebelumnya telah berkunjung ke Makassar untuk melakukan inspeksi langsung serta bertemu dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.

“Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat rencana pembukaan rute langsung Guangzhou–Makassar. Jika terealisasi, ini akan menjadi game changer bagi pariwisata Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Menurutnya, penerbangan langsung dari salah satu hub terbesar di China akan memangkas jalur distribusi wisatawan, meningkatkan efisiensi perjalanan, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia Timur.

Ratu Noorita menegaskan, kesiapan konektivitas harus dibarengi dengan kesiapan produk wisata daerah. Sulawesi Selatan dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan China yang kini cenderung mencari pengalaman autentik berbasis budaya dan alam.

“Destinasi seperti Tana Toraja, Bulukumba dan Tanjung Bira, Kepulauan Selayar, serta Kota Makassar dengan kekayaan kuliner dan sejarahnya sangat kompetitif di pasar China,” ujarnya.

Selama ini, wisatawan China umumnya masuk ke Indonesia melalui Jakarta, Surabaya, dan Bali. Kehadiran rute langsung ke Makassar diyakini dapat mendorong pemerataan kunjungan wisata di luar Bali dan Jawa.

“Partisipasi ASITA di CITM 2025 dan sinyal pembukaan rute penerbangan langsung menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata Sulsel telah memasuki tahap aksi nyata dan kolaboratif,” tutup Ratu Noorita. (*)