MAKASSAR — Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) resmi melantik jajaran Pengurus Pimpinan Pusat (PP) periode 1447-1449 Hijriah atau 2026-2028 Masehi dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Sulawesi Selatan, Sabtu (27/6/2026).
Mengusung tema “Konsolidasi dan Kolaborasi: Mengokohkan Lingkar Dakwah untuk Menuju Indonesia Beradab”, pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah gerakan LIDMI dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Nomor D.001/QR/PP-LIDMI/I/1448 yang menetapkan susunan kepengurusan baru dan mulai berlaku sejak 27 Juni 2026 atau bertepatan dengan 11 Muharram 1448 Hijriah.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum PP LIDMI periode 2026-2028, Muhammad Ikram, S.Sos., M.Sos., menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan awal dari amanah besar dalam mengawal perjuangan dakwah dan pembinaan kader di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini kita berada pada momen yang begitu sakral. Pelantikan ini bukanlah seremonial semata, tetapi awal dari komitmen bersama untuk mengawal dan menguatkan perjuangan LIDMI satu periode ke depan,” ujar Ikram.
Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari konsolidasi internal yang kokoh dan dibarengi dengan kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Ia menilai kedua hal tersebut menjadi fondasi penting bagi organisasi untuk tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
“Tema yang kita usung hari ini menegaskan dua fokus utama agenda LIDMI, yaitu memperkuat konsolidasi secara internal dan membangun kolaborasi dengan setiap elemen yang ada. Kami meyakini bahwa organisasi yang kokoh dibangun dengan dua variabel penting tersebut,” katanya.
Ikram menjelaskan, kepengurusan baru LIDMI akan berfokus pada penguatan tiga nilai utama yang menjadi identitas organisasi, yakni spiritualitas, intelektualitas, dan wawasan kebangsaan.
Ketiga nilai tersebut dinilai penting untuk melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki komitmen keislaman yang kuat serta kecintaan terhadap Indonesia.
“Ketiga nilai ini yang harus terus diinternalisasikan, bukan hanya dalam karakter setiap pengurus, tetapi juga dalam setiap gerak dan kebijakan organisasi. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas sekaligus pembeda LIDMI sebagai organisasi kepemudaan,” ujarnya.
Adapun susunan pimpinan inti PP LIDMI periode 2026-2028 terdiri atas Muhammad Ikram sebagai Ketua Umum, Nasrul sebagai Wakil Ketua Umum, Bayu Pratama Syam sebagai Sekretaris Jenderal, dan Andi Ashar sebagai Bendahara Umum.
Sementara itu, sejumlah bidang strategis juga dibentuk untuk menopang program organisasi, mulai dari bidang dakwah dan Al-Qur’an, kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia, hubungan masyarakat dan kajian strategis, media dan komunikasi, pengembangan wilayah, ekonomi kreatif, hingga bidang sosial, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.
LIDMI menegaskan bahwa kepengurusan baru ini disiapkan untuk menjawab tantangan era transformasi digital dan perubahan global tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar keislaman dan keindonesiaan yang menjadi fondasi organisasi.
Menutup sambutannya, Ikram mengingatkan seluruh pengurus bahwa kepemimpinan bukanlah kehormatan semata, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik di hadapan organisasi maupun di hadapan Allah SWT.
“Yang berat bukan hanya saat kita terpilih, tetapi yang lebih berat adalah bagaimana amanah yang dimandatkan itu tetap pantas berada di pundak-pundak kita. Semoga Allah senantiasa menguatkan langkah, menjaga keikhlasan, dan memampukan kita untuk menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya hingga akhir masa pengabdian,” tutupnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri pengurus LIDMI dari berbagai wilayah di Indonesia, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan dari kalangan akademisi dan organisasi kepemudaan.
Kegiatan berlangsung secara hybrid sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi kader dari berbagai daerah dalam momentum konsolidasi nasional organisasi. (*)














