Sulawesi Selatan

Pusat Khazanah Maritim Indonesia Diusulkan Hadir di Sulsel, Jadi Ruang Edukasi dan Riset

Tim Redaksi
×

Pusat Khazanah Maritim Indonesia Diusulkan Hadir di Sulsel, Jadi Ruang Edukasi dan Riset

Sebarkan artikel ini
Sulsel Diusulkan Jadi Pusat Khazanah Maritim Indonesia

MAKASSAR — Gagasan menghadirkan Pusat Khazanah Maritim Indonesia di Sulawesi Selatan mengemuka dalam pertemuan antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis (11/6/2026).

Inisiatif tersebut dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelestarian sejarah maritim sekaligus memperluas literasi publik mengenai peradaban Indonesia Timur.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertemuan yang berlangsung di ANRI itu dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, dan diterima langsung Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Andi Abu Bakar.

Selain membahas penguatan tata kelola arsip daerah, diskusi juga menyoroti peluang pengembangan pusat dokumentasi maritim yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan arsip, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan wisata sejarah.

ANRI menawarkan konsep pengembangan fasilitas yang dilengkapi berbagai media edukatif, termasuk diorama dan teknologi informasi yang memungkinkan masyarakat memperoleh pengalaman belajar sejarah secara lebih menarik dan interaktif.

Menurut Andi Abu Bakar, Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis untuk pengembangan pusat khazanah tersebut karena menyimpan banyak jejak sejarah pelayaran, perdagangan, dan peradaban maritim yang berpengaruh terhadap perkembangan kawasan Indonesia Timur.

“Sulawesi Selatan memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan sejarah maritim Nusantara. Potensi sejarah dan budaya yang dimiliki daerah ini menjadi modal penting untuk menghadirkan pusat dokumentasi dan pembelajaran yang bernilai nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penguatan sektor kearsipan tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa serta memperkuat identitas sejarah masyarakat di tengah perkembangan era digital.

Arsip Jadi Fondasi Tata Kelola Modern

Dalam pertemuan tersebut, ANRI juga menekankan pentingnya pengelolaan arsip yang profesional dalam mendukung tata kelola pemerintahan maupun dunia usaha.

Menurut Andi Abu Bakar, arsip memiliki fungsi strategis sebagai sumber informasi, alat pertanggungjawaban, sekaligus perlindungan administrasi bagi suatu lembaga.

“Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian, maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan.

Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus perlindungan administrasi bagi lembaga di masa depan,” katanya.

Karena itu, penguatan sistem kearsipan dinilai menjadi bagian penting dari pembangunan birokrasi yang transparan, profesional, dan akuntabel.

Sulsel Sambut Pengembangan Khazanah Maritim

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, menyambut positif gagasan pengembangan Pusat Khazanah Maritim Indonesia di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut akan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi dunia pendidikan dan penelitian, tetapi juga bagi upaya pelestarian sejarah dan pengembangan wisata berbasis pengetahuan.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” ujar Jufri.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan arsip yang baik juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami identitas, sejarah, dan perjalanan peradaban daerahnya.

Sementara itu, Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel, Hj. Mustaana, menilai sinergi dengan ANRI menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kearsipan di daerah.

Menurutnya, modernisasi sistem arsip, termasuk pengembangan layanan berbasis digital, menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk menjawab tuntutan akses informasi yang semakin cepat dan terbuka.

“Kami berharap sinergi dengan ANRI terus diperkuat sehingga pengelolaan arsip di Sulawesi Selatan semakin modern, tertata, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Melalui koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola kearsipan sekaligus mengembangkan arsip sebagai sumber pengetahuan, sejarah, dan peradaban yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (*)