Berita

Belajar Statistika Sambil Bermain, Himastat FMIPA Unhas Dampingi Siswa di Toddopulia Maros

Tim Redaksi
×

Belajar Statistika Sambil Bermain, Himastat FMIPA Unhas Dampingi Siswa di Toddopulia Maros

Sebarkan artikel ini
Belajar Statistika Sambil Bermain, Mahasiswa Unhas Dampingi Siswa di Toddopulia Maros

MAROS — Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Statistika (Himastat) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengenalkan konsep statistika kepada siswa sekolah melalui permainan edukatif di Yayasan Bina Ummat Nurul Hijrah (Yabunurah), Toddopulia, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Kegiatan bertajuk SPASIAL (Himastat Peduli Sosial) ini mengusung tema “SEMASA: Semangat, Data, dan Asa Anak Sekolah di Toddopulia”.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program pengabdian tersebut berlangsung pada 5 dan 11 September 2026 lalu, dengan melibatkan siswa SD Islam Terpadu (SD IT), SMP Islam Terpadu (SMP IT), serta para guru di lingkungan Yabunurah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Himastat berupaya memperkenalkan konsep data dan angka dengan metode belajar yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah permainan bowling sederhana. Siswa melempar bola ke arah pin, menghitung jumlah pin yang roboh, kemudian mencatat hasilnya sebagai data. Permainan tersebut menjadi contoh bagaimana konsep statistika dapat dikenalkan melalui aktivitas sehari-hari.

Permainan Edukatif untuk Mengenalkan Data

Pada hari pertama, kegiatan diikuti 11 siswa dengan pendampingan 45 anggota Himastat. Peserta dibagi berdasarkan jenjang pendidikan agar materi dan permainan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing kelompok.

Siswa sekolah dasar mengikuti sejumlah permainan, antara lain Data Strike, Linear Data Hunt, dan Number Match.

Dalam permainan Linear Data Hunt, peserta berjalan dengan mata tertutup menyusuri jalur untuk mengambil gulungan kertas berisi angka. Angka-angka tersebut kemudian dituliskan di papan hingga membentuk kumpulan data.

Belajar Statistika Sambil Bermain, Mahasiswa Unhas Dampingi Siswa di Toddopulia Maros

Sementara itu, Number Match mengajak dua kelompok berlomba mencocokkan nama bilangan dengan lambang angkanya.

Bagi siswa SMP, tantangan dirancang lebih kompleks. Mereka mengikuti Math Throne Challenge, yang menyajikan soal hitung dengan angka yang disamarkan menjadi simbol.

Ada pula Math Games Battle Perkalian, yang menggabungkan aktivitas fisik dengan latihan perkalian, serta Word Shake Game untuk menguji kemampuan menyusun kata dari potongan huruf acak.

Di antara sesi permainan, panitia menyisipkan kegiatan penyegar suasana atau ice breaking. Hari pertama ditutup dengan refleksi dan evaluasi bersama peserta.

Perkuat Literasi dan Harapan Anak

Kegiatan berlanjut pada hari kedua dengan melibatkan 35 anggota Himastat dan 16 siswa. Sejumlah dosen dan alumni Departemen Statistika Unhas turut mendampingi kegiatan tersebut.

Salah satu agenda utama adalah Pojok Literasi, yakni penguatan sudut baca di sekolah agar dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan pengabdian berakhir.

Para siswa juga mengikuti kegiatan Pohon Harapan. Dalam sesi ini, mereka menuliskan cita-cita masing-masing pada secarik kertas, lalu menempelkannya pada pohon buatan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan harapan dan mengenali tujuan yang ingin mereka capai pada masa depan.

Selain mendampingi siswa, mahasiswa Himastat juga memberikan perhatian kepada tenaga pendidik. Panitia menyerahkan modul ajar sekaligus membahas cara penggunaannya bersama para guru agar materi yang disiapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Himastat Ingin Statistika Lebih Dekat dengan Anak

Ketua Umum Himastat FMIPA Unhas, Muhammad Teguh Rafiadi, mengatakan statistika kerap dianggap sebagai materi yang jauh dari kehidupan anak-anak. Karena itu, pendekatan melalui permainan dipilih agar siswa dapat mengenal konsep data secara lebih mudah.

“Kami ingin mereka mengenal data lewat hal yang mereka suka, yaitu bermain. Statistika itu dekat dengan keseharian, dan itu yang ingin kami tunjukkan di Toddopulia,” ujarnya.

Menurut Teguh, pendekatan belajar yang menyenangkan dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan statistika tanpa membuat siswa merasa terbebani oleh angka dan perhitungan.

Koordinator pelaksana, A. Ulfia Auliyah Annisa, menegaskan kegiatan SPASIAL tidak dimaksudkan berhenti setelah dua hari pelaksanaan.

“Modul untuk guru dan sudut baca di sekolah kami siapkan supaya tetap bisa dipakai setelah kami pulang,” katanya.

Himastat akan menjadikan hasil kegiatan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan program pengabdian berikutnya.

Menjawab Kebutuhan Pembelajaran di Sekolah

Yabunurah merupakan yayasan pendidikan yang berdiri sejak 2021. Berdasarkan keterangan dalam rilis kegiatan, sekolah tersebut memiliki 51 siswa, terdiri atas 33 siswa SD dan 18 siswa SMP.

Keterbatasan perlengkapan belajar serta belum optimalnya penerapan metode pembelajaran interaktif menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan kegiatan SPASIAL.

Melalui permainan edukatif, penguatan literasi, dan penyediaan modul ajar, mahasiswa Himastat berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih variatif sekaligus meninggalkan sarana yang dapat dimanfaatkan setelah kegiatan selesai.

Program ini juga menunjukkan bahwa pengenalan statistika tidak harus selalu berlangsung melalui penjelasan teori di ruang kelas. Konsep data dapat diperkenalkan melalui kegiatan sederhana yang mendorong siswa mengamati, menghitung, mencatat, dan menyusun informasi.

Dengan pendekatan tersebut, Himastat berharap pembelajaran menjadi lebih menarik dan siswa semakin percaya diri dalam mengenal angka, data, serta konsep matematika yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. (*)