Makassar

Festival Bulan Budaya Resmi Dibuka, Makassar Awali Rangkaian HUT ke-419

Tim Redaksi
×

Festival Bulan Budaya Resmi Dibuka, Makassar Awali Rangkaian HUT ke-419

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Appi Buka Rangkaian HUT ke-419 Kota Makassar

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar resmi memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar melalui pembukaan Festival Bulan Budaya 2026 di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (31/10/2026) malam.

Festival ini menjadi pembuka dari sekitar 50 agenda kegiatan yang akan berlangsung hingga puncak peringatan hari jadi Kota Makassar pada 9 November mendatang.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembukaan festival dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, jajaran pemerintah kota, budayawan, seniman, serta pelaku seni. Kegiatan yang terbuka untuk umum itu juga menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan Pantai Losari.

Prosesi penyiraman pohon oleh Munafri menjadi penanda dimulainya rangkaian perayaan. Simbol tersebut merepresentasikan harapan dan pertumbuhan, sejalan dengan tema HUT ke-419 Makassar, “Nyalakan Harapan Merawat Masa Depan”.

BACA JUGA:  Makassar Masuk Daftar Kota Sehat WHO! Ternyata Begini Kunci Suksesnya

Dalam sambutannya, Munafri mengatakan pemerintah kota sengaja menempatkan kebudayaan sebagai salah satu fondasi penting pembangunan. Menurutnya, kemajuan teknologi dan semakin terbukanya akses informasi tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya daerah.

“Di tengah himpitan teknologi yang semakin maju hari ini, akses ke dunia luar terbuka sangat luas. Tetapi yang paling penting, kita tidak bisa melupakan akar dari budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Sulapa Appa’ dan Nilai Kepemimpinan

Festival Bulan Budaya tahun ini mengangkat tema “Sulapa Appa’: Dari Empat Akar Penjuru Budaya, Nyalakan Cahaya Masa Depan”.

Munafri menjelaskan, Sulapa Appa’ mengandung filosofi kesempurnaan dan keseimbangan. Nilai tersebut juga merepresentasikan empat karakter kepemimpinan dalam tradisi Bugis-Makassar, yakni Macca atau kecendekiawanan, Lempu’ atau kejujuran, Warani atau keberanian, serta Getteng atau keteguhan.

Ia menegaskan, nilai-nilai budaya tersebut perlu terus diperkenalkan dan diwariskan agar menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Perluas Program Urban Farming hingga Tingkat Kelurahan

Pemerintah Kota Makassar, kata Munafri, berkomitmen mendorong kegiatan yang menjaga adat istiadat dan tradisi lokal. Salah satu upayanya diwujudkan melalui pelibatan pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dalam Festival Bulan Budaya.

Para pelajar diperkenalkan dengan kekayaan budaya daerah, mulai dari tarian tradisional hingga tradisi perkawinan masyarakat Makassar.

Munafri mengapresiasi Dinas Kebudayaan Kota Makassar dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap festival ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kebudayaan daerah.

Sekitar 50 Agenda Menuju 9 November

Selain kegiatan kebudayaan, peringatan HUT ke-419 Makassar akan diisi sekitar 50 agenda yang melibatkan partisipasi masyarakat. Sejumlah kegiatan juga dirancang dalam bentuk agenda sosial agar manfaat perayaan dapat dirasakan langsung oleh warga.

BACA JUGA:  Appi–Aliyah Kawal Ketat Kesiapan Pemilihan RT/RW, Pastikan Proses Bersih dan Kondusif

Munafri menegaskan, pembangunan Makassar harus berlangsung secara inklusif dengan memberikan ruang yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat.

“Kota ini harus dibangun secara inklusif. Kota ini harus tumbuh tanpa membeda-bedakan siapa kamu, dari mana kamu, apa agamamu, apa warna kulitmu. Kota ini harus menjadi ruang interaksi untuk bisa tumbuh secara bersama-sama dari seluruh golongan yang ada,” tegasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian HUT ke-419 menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kolaborasi masyarakat dalam mewujudkan Makassar sebagai kota yang unggul, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Munafri juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai layanan pemerintah serta berpartisipasi dalam kegiatan yang telah disiapkan hingga puncak peringatan hari jadi Kota Makassar pada 9 November mendatang. (*)