Berita

FKM Unhas dan Dinkes Soppeng Teken Kerja Sama, Perkuat Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Tim Redaksi
×

FKM Unhas dan Dinkes Soppeng Teken Kerja Sama, Perkuat Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini
FKM Unhas dan Dinas Kesehatan Soppeng Tandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk Penguatan Tri Dharma dan Pemberdayaan Masyarakat
FKM Unhas dan Dinas Kesehatan Soppeng Tandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk Penguatan Tri Dharma dan Pemberdayaan Masyarakat

SOPPENG — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, M.Sc.PH., Ph.D, dan Plt. Kepala Dinkes Soppeng, Drs. Muhammad Evinuddin, MPA, di sela pelaksanaan Rapat Kerja Pokja Kemahasiswaan FKM Unhas di Hotel Hakata, Lejja, Kabupaten Soppeng, Kamis (24/7/2025).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan, riset kolaboratif berbasis desa dan teknologi tepat guna, hingga pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

Program ini juga akan mendukung pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) 1, 2, dan 3, serta Program Desa Binaan dan pertukaran data untuk mendukung perencanaan intervensi kesehatan.

Prof. Sukri Palutturi menyampaikan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi pilar penting dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berorientasi pada realitas sosial.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tapi juga mengalami langsung dinamika masyarakat desa dan terlibat dalam proses perubahan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Plt. Kadis Kesehatan Soppeng, Drs. Muhammad Evinuddin, yang menyambut baik kerja sama tersebut.

“Kami siap bersinergi dan memfasilitasi program yang dirancang bersama FKM Unhas, demi penguatan kapasitas daerah dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Penandatanganan PKS ini menandai langkah konkret kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan berbasis komunitas, inovasi, dan keberlanjutan. (*)