MAKASSAR – Anggota Dewan Pakar Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan, Abd Haris N. Baginda, SE, menyoroti kompleksitas persoalan bangsa yang menurutnya kian menumpuk.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai pemerintah saat ini gagal memberikan jawaban yang tuntas terhadap berbagai persoalan mendasar.
Menurut Haris, kondisi politik dan ekonomi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Presiden bersama para menteri terkait.
Ia menegaskan, sejumlah langkah strategis sebenarnya dapat dilakukan jika ada kemauan politik yang kuat dari pemerintah.
“Bangsa ini tidak akan keluar dari multi masalah selama pola yang dijalankan masih sama. Presiden seharusnya hadir dengan solusi konkret melalui Menteri Keuangan dan kebijakan fiskal yang berani,” ujar Haris, Selasa (10/9/2025).
Delapan Gagasan
Haris kemudian merinci delapan poin gagasannya yang dinilai bisa menjadi terobosan besar untuk menyelamatkan bangsa:
- Penanganan korupsi secara menyeluruh di semua sektor, mulai dari lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, hingga TNI, Polri, BUMN, BUMD, dan swasta.
- Moratorium ekspor sumber daya alam (SDA) setidaknya sampai produk setengah jadi.
- Moratorium impor produk yang bahan bakunya tersedia di dalam negeri.
- Reformasi perpajakan dengan menurunkan beban pajak kelas menengah ke bawah dan menaikkan tarif untuk kelas menengah ke atas.
- Pengurangan pendapatan presiden dan penyelenggara negara yang bersumber dari APBN maupun APBD.
- Pembubaran lembaga sementara atau ad hoc di tingkat pusat maupun daerah.
- Kenaikan gaji, upah, dan honorarium minimal Rp3 juta per bulan sebagai standar terendah di Indonesia.
- Kewajiban Presiden menghadirkan hibah minimal Rp9.000 triliun untuk negara agar nilai tukar rupiah bisa ditekan di bawah Rp10.000 per dolar AS.
Haris menegaskan, langkah-langkah itu membutuhkan keberanian politik serta keseriusan pemerintah. Ia juga mengingatkan bahwa krisis kepercayaan publik akan semakin parah jika pemerintah terus menunda perubahan.
“Rakyat menunggu solusi nyata, bukan sekadar janji. Kalau pemerintah berani mengambil keputusan tegas, saya yakin bangsa ini bisa keluar dari lingkaran masalah,” pungkasnya. (*)













