MALAYSIA – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) kembali menunjukkan kiprah internasionalnya dengan terlibat aktif pada 3rd International Borneo One Health Summer Camp (IB OHSeM 2025) yang berlangsung sejak 31 Agustus hingga 8 September 2025 di Sabah, Malaysia.
Kegiatan bergengsi ini mengusung tema “Planetary Health Future Leaders: Essential Leadership Skills to Tackle the Triple Planetary Health Crisis” dan diikuti 31 peserta dari enam negara, yakni Filipina, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Brunei, dan Bangladesh.
Para peserta berasal dari beragam disiplin ilmu, mulai kedokteran, farmasi, biomedis, hingga kesehatan masyarakat.
FKM Unhas mengirimkan dua perwakilan, yaitu Langkar Diyang Fauzi Rachman dari Prodi S1 Kesehatan Masyarakat sebagai peserta dan Andi Mufliha Darwis, SKM., M.Kes. sebagai dosen pendamping.
Kehadiran keduanya mendapat dukungan penuh dari Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MScPH, Ph.D., yang mendorong sivitas akademika aktif dalam jejaring internasional.
“Melalui summer camp ini, para peserta mendapatkan pengalaman menyeluruh, mulai dari pembelajaran akademik, interaksi dengan komunitas, hingga pemahaman langsung mengenai isu lingkungan global. Harapan kami, mereka dapat menjadi pemimpin muda yang peduli terhadap kesehatan planet dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Sukri, Rabu (10/9).
Selama program, peserta diajak mendalami isu perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, dan polusi melalui pendekatan lintas disiplin.
Aktivitas lapangan meliputi kunjungan ke pusat konservasi satwa di Sandakan, community service di desa-desa Sabah dengan layanan kesehatan, hingga diskusi mendalam tentang systems thinking, kepemimpinan, etika konservasi, dan adaptasi perubahan iklim.
Langkar Diyang Fauzi Rachman mengaku mendapat pengalaman berharga dari keterlibatannya.
“Saya belajar langsung mengenai isu kesehatan planet dari perspektif global sekaligus melihat bagaimana konsep One Health diterapkan di lapangan. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara semakin meyakinkan saya bahwa kolaborasi lintas disiplin adalah kunci menghadapi tantangan kesehatan masa depan,” ungkapnya.
Partisipasi FKM Unhas dalam IB OHSeM 2025 menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendorong mahasiswanya menembus panggung internasional, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam upaya menghadapi triple planetary crisis melalui generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berwawasan global. (*)
























