Makassar

Naik Satu Level, Makassar Perkuat 9 Tatanan untuk Raih Kota Sehat Wiwerda

Tim Redaksi
×

Naik Satu Level, Makassar Perkuat 9 Tatanan untuk Raih Kota Sehat Wiwerda

Sebarkan artikel ini
Kota Makassar Resmi Naik Kelas, Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025

MAKASSAR — Kota Makassar kembali mencatat prestasi nasional dengan meraih predikat Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda pada Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025 oleh Kementerian Kesehatan RI.

Capaian ini menandai peningkatan signifikan setelah pada 2023 Makassar baru berada pada level dasar, Swasti Saba Padapa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, yang mewakili Pemkot Makassar dalam penyerahan penghargaan secara daring, menjelaskan bahwa penilaian kota sehat kini tidak lagi bertumpu pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi mengukur usia hidup sehat (healthy life expectancy) yang dipengaruhi berbagai tatanan sosial, lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

“Predikat ini menunjukkan bahwa Makassar sudah memenuhi indikator penting kota sehat, mulai dari penataan kawasan, akses layanan kesehatan, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan nyaman,” ujar dr. Ida, Selasa (2/12/2025).

Indikator Semakin Kompleks

dr. Ida menegaskan bahwa keberhasilan meraih Swasti Saba Wiwerda membuktikan Makassar mampu memenuhi sembilan tatanan dan 136 indikator Kota Sehat.

Indikator tersebut meliputi kawasan permukiman, kawasan sarana prasarana umum, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, hingga penanganan bencana.

“Penilaian KKS kini mengaitkan keberhasilan kota dengan dampaknya pada usia hidup sehat masyarakat. Itu berarti fokusnya bukan hanya fasilitas fisik, tetapi bagaimana warga hidup lebih sehat, produktif, dan aman,” jelasnya.

Kolaborasi Berlapis Jadi Kunci

dr. Ida menambahkan, capaian ini terwujud berkat kerja kolaboratif berbagai unsur, mulai dari Tim Pembina Kota Sehat, Forum Kota Sehat, OPD penanggung jawab tatanan, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat, Pokja Kelurahan Sehat, hingga partisipasi masyarakat dalam penyiapan lokus penilaian.

“Ini adalah kerja kolektif. Kota sehat tidak bisa hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Dengan posisi saat ini di tingkatan Swasti Saba Wiwerda, Makassar menargetkan capaian lebih tinggi yaitu Swasti Saba Wistara, bahkan Wistara Paripurna pada 2027.

“Prestasi ini menjadi pemicu untuk menjaga keberlanjutan program Kota Sehat, khususnya di tingkat kelurahan dan kecamatan. Kami optimis Makassar bisa mencapai predikat tertinggi dalam dua tahun ke depan,” tutup dr. Ida.

Penghargaan ini turut disampaikan kepada Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, sebagai bentuk apresiasi atas peran masyarakat dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan layak huni. (*)