Bantaeng

Door to Door, Mahasiswa KKN Unhas Tingkatkan Kesadaran Pembudidaya Rumput Laut di Bantaeng

Tim Redaksi
×

Door to Door, Mahasiswa KKN Unhas Tingkatkan Kesadaran Pembudidaya Rumput Laut di Bantaeng

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pembudidaya Rumput Laut tentang Pentingnya Kualitas Air melalui Program GERAI PESISIR di Desa Baruga

BANTAENG – Kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya menjaga kualitas perairan menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Universitas Hasanuddin.

Melalui program GERAI PESISIR (Gerakan Edukasi Kualitas Air Pesisir untuk Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan), mahasiswa memberikan edukasi langsung kepada para pembudidaya rumput laut di Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/7/2026) itu dilaksanakan dengan metode door-to-door. Mahasiswa mendatangi rumah-rumah warga untuk berdialog sekaligus menyampaikan informasi mengenai pentingnya menjaga kualitas air sebagai faktor utama dalam keberhasilan budidaya rumput laut.

Program tersebut merupakan gagasan Nayla Putri, mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Hasanuddin angkatan 2023.

Inisiatif itu lahir dari kondisi Desa Baruga yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan mata pencaharian pada budidaya rumput laut, sehingga kualitas perairan menjadi aspek yang sangat menentukan produktivitas maupun mutu hasil panen.

Pendekatan door-to-door dipilih agar edukasi dapat menjangkau lebih banyak pembudidaya. Selain menyesuaikan waktu kerja warga yang bergantung pada pasang surut air laut, metode ini juga membuka ruang diskusi yang lebih intens mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan sejumlah indikator kualitas air yang memengaruhi pertumbuhan rumput laut, seperti tingkat keasaman (pH), suhu, salinitas, hingga kebersihan perairan.

Warga juga diberikan pemahaman mengenai potensi cemaran logam berat yang dapat berasal dari limbah rumah tangga, aktivitas perkapalan, maupun limbah industri yang terbawa ke kawasan pesisir.

Mahasiswa menekankan bahwa pencemaran tidak selalu tampak secara kasatmata. Meski tidak terlihat, keberadaan logam berat dapat memengaruhi kualitas hasil budidaya sekaligus berdampak pada kesehatan manusia apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Untuk memudahkan masyarakat memahami materi, tim KKN membagikan leaflet berisi informasi praktis dengan bahasa sederhana dan ilustrasi yang mudah dipahami. Selain itu, poster edukasi dipasang di Kantor Desa Baruga agar dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat meski program KKN telah berakhir.

Sosialisasi mendapat respons positif dari warga. Diskusi berlangsung interaktif karena para pembudidaya turut berbagi pengalaman mengenai perubahan kondisi perairan yang pernah memengaruhi hasil panen mereka.

Sejumlah warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai langkah-langkah sederhana dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir.

Salah seorang pembudidaya rumput laut mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Selama ini kami hanya tahu kalau sampah bisa mengganggu rumput laut. Setelah dijelaskan, ternyata ada juga pencemaran yang tidak terlihat, seperti logam berat, yang bisa memengaruhi hasil budidaya. Informasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Koordinator Desa Baruga 2, Taufiq, menilai pendekatan edukasi berbasis kunjungan langsung menjadi metode yang efektif karena memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami.

“Melalui pendekatan door-to-door, masyarakat memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai permasalahan yang mereka hadapi. Harapannya, edukasi ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas lingkungan pesisir,” katanya.

Melalui GERAI PESISIR, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas air terus meningkat.

Upaya menjaga kebersihan perairan, mengurangi sumber pencemaran, dan memahami risiko cemaran logam berat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan budidaya rumput laut yang lebih produktif, aman, dan berkelanjutan di Desa Baruga.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian leaflet kepada masyarakat, pemasangan poster edukasi di Kantor Desa Baruga, serta dokumentasi bersama sebagai penanda berakhirnya program sosialisasi. (*)