BARRU – Kesadaran masyarakat Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru terhadap pentingnya deteksi dini hipertensi mendapat dorongan melalui program KETUK PINTU SEHAT (Home Visit Keluarga Risiko Hipertensi) yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Lampoko.
Program ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi langsung ke rumah-rumah warga sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah penyakit tidak menular.
Kegiatan dilaksanakan secara door to door dengan menyasar kelompok lansia serta keluarga yang memiliki faktor risiko hipertensi. Mahasiswa KKN mengunjungi lima dusun di Desa Lampoko, yakni Dusun Bawasalo, Dusun Lampoko, Dusun Labungnge, Dusun Bulu Lampoko, dan Dusun Pallae.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan tekanan darah tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Metode ini juga dinilai lebih efektif menjangkau warga yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses pelayanan kesehatan.
Dalam setiap kunjungan, mahasiswa melakukan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter digital maupun manual, disertai wawancara singkat mengenai riwayat kesehatan dan faktor risiko hipertensi. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat sebagai bagian dari pendataan kesehatan masyarakat.
Selain pemeriksaan, warga mendapatkan edukasi mengenai hipertensi, mulai dari faktor risiko, tanda dan gejala, pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala, pola makan rendah garam, aktivitas fisik, pengelolaan stres, hingga kepatuhan menjalani pengobatan bagi penderita hipertensi. Sebagai bahan belajar mandiri, setiap peserta juga menerima buku saku mengenai hipertensi.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara bertahap, dimulai pada 28 Juli 2026 di Dusun Bawasalo, dilanjutkan pada 3 Agustus di Dusun Lampoko dan Dusun Labungnge, 4 Agustus di Dusun Bulu Lampoko, serta ditutup pada 5 Agustus di Dusun Pallae.
Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan mahasiswa KKN Desa Lampoko dengan dukungan peralatan pemeriksaan kesehatan dan media edukasi yang disediakan melalui swadaya mahasiswa, dengan total anggaran sebesar Rp223.500.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga bahkan melampaui target awal yang hanya menargetkan 5 hingga 10 peserta. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa berhasil menghimpun 44 formulir informed consent dari warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin sebagai langkah awal mencegah komplikasi akibat hipertensi.
Koordinator Desa KKN Desa Lampoko, Benaya, mengaku bersyukur atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia karena program KETUK PINTU SEHAT mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Desa Lampoko. Antusiasme warga di setiap dusun melebihi harapan kami, terbukti dari jumlah peserta yang jauh melampaui target. Sambutan hangat, keramahan, dan keterbukaan masyarakat menjadi penyemangat bagi seluruh mahasiswa KKN untuk terus memberikan pengabdian terbaik. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah, menerapkan pola hidup sehat, dan mencegah hipertensi sejak dini,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap upaya promotif dan preventif di tingkat desa dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Lampoko secara berkelanjutan. (*)














