MAKASSAR — Karang Taruna Kota Makassar mulai mendorong pola kerja yang lebih aktif setelah jajaran kepengurusan resmi dilantik. Penguatan organisasi tetap dilakukan, tetapi tidak menjadi alasan bagi pengurus untuk menunda aksi sosial di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Harian Karang Taruna Kota Makassar, Rijal Djamal, bersama pengurus Karang Taruna Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Rabu (19/8/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana informal, namun menghasilkan dorongan agar pengurus di tingkat akar rumput segera menerjemahkan gagasan menjadi kegiatan yang memberi manfaat bagi warga.
“Apapun idenya, coba kerjakan saja,” tegas Rijal di sela-sela pertemuan.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pengurus Karang Taruna di tingkat kelurahan diberikan ruang untuk mengembangkan inisiatif sesuai persoalan dan kebutuhan lingkungan masing-masing.
Menurut Rijal, konsolidasi internal pascapelantikan tetap penting untuk memastikan organisasi memiliki struktur dan koordinasi yang kuat. Namun, proses tersebut tidak semestinya membuat Karang Taruna kehilangan momentum untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Karena itu, penguatan organisasi dan pelaksanaan kegiatan sosial didorong berjalan secara bersamaan.
Dorong Pemuda Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Karang Taruna Makassar ingin menempatkan pemuda tidak hanya sebagai penerima manfaat program, tetapi juga sebagai bagian dari aktor pembangunan di tingkat lingkungan.
Pengurus kelurahan dinilai memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial masyarakat. Mulai dari kegiatan kepemudaan, persoalan lingkungan, hingga kebutuhan sosial lainnya dapat direspons melalui kreativitas dan inisiatif pengurus setempat.
Dalam kerangka tersebut, Karang Taruna diharapkan dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mengawal program-program pembangunan hingga tingkat akar rumput.
Rijal mendorong agar pengurus tidak terlalu terjebak pada pola organisasi yang hanya berorientasi pada administrasi. Menurut dia, eksistensi organisasi justru akan semakin kuat ketika keberadaannya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Struktur organisasi yang tertata diperlukan sebagai fondasi gerakan. Namun, struktur tersebut harus diterjemahkan dalam aksi yang konkret dan memberi dampak.
Roadshow ke Seluruh Kecamatan
Langkah awal di tingkat kelurahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Karang Taruna Makassar menghadapi agenda konsolidasi yang lebih luas.
Pengurus kota berencana menggelar Roadshow Karang Taruna ke seluruh kecamatan di Kota Makassar.
Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan arah gerakan organisasi berjalan sejalan dari tingkat kota hingga kelurahan.
Roadshow juga akan menjadi momentum untuk memetakan potensi serta persoalan yang dihadapi pengurus Karang Taruna di masing-masing wilayah.
Dengan pola kerja yang menggabungkan konsolidasi organisasi dan aksi langsung, Karang Taruna Makassar menargetkan gerakan kepemudaan tidak berhenti pada agenda seremonial pascapelantikan.
Semangat tersebut sekaligus mempertegas komitmen organisasi untuk mendukung program strategis Pemerintah Kota Makassar melalui kontribusi pemuda di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Bagi Karang Taruna Makassar, semakin kuat struktur organisasi, semakin besar pula kapasitas untuk menghadirkan aksi sosial yang berdampak. Sementara ruang inovasi di tingkat kelurahan diharapkan membuat pemuda tetap menjadi kekuatan penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan mendorong kemajuan Kota Makassar. (*)














