SIDRAP – Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 114 menuntaskan rangkaian kegiatan edukatif di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (4/8).
Fokus utama kegiatan mereka kali ini adalah mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga.
Melalui kegiatan yang mengangkat tema “Solusi Lingkungan dari Rumah Sendiri” ini, mahasiswa memperkenalkan cara mudah dan murah mengolah limbah dapur — seperti sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan — menjadi kompos yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman tanpa ketergantungan pada pupuk kimia.
Salah satu keunikan pendekatan yang mereka tawarkan adalah pemanfaatan galon air bekas sebagai wadah fermentasi. Galon-galon tersebut dimodifikasi menjadi tempat pengomposan sederhana yang dapat menghasilkan tidak hanya kompos padat, tetapi juga pupuk cair organik.
“Kami menyadari bahwa banyak warga yang ingin peduli lingkungan tapi bingung harus mulai dari mana. Jadi kami hadir dengan solusi yang praktis, bisa dibuat sendiri di rumah, tanpa biaya besar,” ungkap Jundiy Abdullah Humaidi, mahasiswa peserta KKNT.
Seluruh proses dijelaskan dan didemonstrasikan langsung oleh para mahasiswa, mulai dari pemilahan sampah organik, teknik pencacahan, proses fermentasi, hingga perawatan media kompos.
Meskipun warga belum dilibatkan secara langsung dalam praktik, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap desa Ajubissue dapat menjadi contoh komunitas yang aktif dalam edukasi lingkungan, serta mendorong lahirnya kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Unhas dalam menyinergikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam bidang pengelolaan lingkungan dan pertanian berkelanjutan. (*)














