Berita

Buku Mozaik Insan Cita Jadi Simbol Keberagaman Gagasan

Tim Redaksi
×

Buku Mozaik Insan Cita Jadi Simbol Keberagaman Gagasan

Sebarkan artikel ini

LPMD KAHMI Sulsel Diharapkan Jadi Legasi Intelektual

Launching Buku Mozaik Insan Cita oleh LPMD KAHMI Sulsel
Momentum Launching Buku Mozaik Insan Cita dalam rangkaian Pengukuhan LPMD KAHMI Sulsel di Hotel MaxOne Makassar, Sabtu (27/9).

MAKASSAR – Buku Mozaik Insan Cita (MIC) yang diluncurkan bersamaan dengan pengukuhan Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) KAHMI Sulawesi Selatan di Hotel Max One Makassar, Sabtu (27/9/2025), dipandang sebagai simbol keberagaman sekaligus semangat intelektual lintas disiplin.

Hal itu ditegaskan Wakil Direktur LPMD KAHMI Sulsel sekaligus tim editorial buku Mozaik Insan Cita, Anis Kurniawan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menurut Anis, buku Mozaik Insan Cita merepresentasikan diversity dalam dua hal penting. Pertama, keragaman metodologi penulis dalam menyajikan gagasan.

“Setiap penulis punya cara berbeda dalam menuliskan pikirannya. Semangat berliterasi butuh keberanian untuk memindahkan gagasan sesuai model yang dipilih. Itu yang membuat buku ini hidup,” ujarnya.

Wakil Direktur LPMD KAHMI Sulsel Anis Kurniawan bersama Nurul Akbar
Wakil Direktur LPMD KAHMI Sulsel Anis Kurniawan bersama Fungsionaris MW KAHMI Sulsel, Nurul Akbar (Foto: Dok LPMD KAHMI Sulsel)

Kedua, buku ini menampilkan keberagaman gagasan yang lahir dari semangat Multi-, Inter-, dan Transdisiplin (MIT). Ia menilai pendekatan lintas disiplin sangat relevan untuk menjawab kompleksitas persoalan saat ini.

“Konektivitas gagasan lintas disiplin mutlak diperlukan. Semua disiplin harus berani keluar dari kotaknya dan berinteraksi dengan disiplin lain,” jelasnya.

Namun, lanjut Anis, membangun tradisi intelektual lintas disiplin tidaklah mudah. Diperlukan sikap keterbukaan yang ia sebut sebagai prinsip 3 O, yakni open minded, open heart, dan open will.

“Buku Mozaik Insan Cita menandai semangat 3 O itu. Ia menyajikan pemikiran multidisiplin dalam satu buku yang bisa langsung dikontestasikan dalam sekali baca,” ungkapnya.

Bagi Anis, kehadiran buku Mozaik Insan Cita bukan hanya produk literasi, melainkan juga pesan penting bahwa KAHMI siap mengambil peran dalam menjembatani gagasan lintas disiplin untuk kepentingan bangsa di era yang penuh tantangan.

Pengurus LPMD KAHMI Sulsel
Pengurus LPMD KAHMI Sulsel saat akan dilantik oleh Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel di Hotel MaxOne Makassar, Sabtu (27/9).

Sementara Direktur LPMD KAHMI Sulsel, Asri Tadda, menegaskan kehadiran LPMD berangkat dari keinginan kuat KAHMI untuk melahirkan karya tulis sebagai legasi intelektual.

Sejak diinisiasi pada Mei 2024, katanya, LPMD didesain untuk menjadi ruang produktif yang menjawab kebutuhan literasi dan penerbitan secara profesional.

“Tidak mudah membangun budaya literasi, tantangannya cukup berat. Tapi kami percaya LPMD bisa jadi wadah yang prospektif, bahkan lima atau sepuluh tahun ke depan bisa menjadi institusi yang solid dengan rekrutmen pengurus yang ketat,” ujarnya.

Asri menambahkan, kehadiran LPMD juga menjadi kado Milad ke-59 KAHMI sekaligus langkah strategis untuk memperkuat aset digital organisasi.

“Domain kahmi.org sudah seharusnya menjadi pusat integrasi seluruh website KAHMI. Era digital menuntut kita punya aset digital yang kuat,” tegasnya. (*)