PALEMBANG — Tak hanya piawai di balik meja kerja, para aparatur sipil negara (ASN) Sulawesi Selatan juga membuktikan diri mampu bersaing di lapangan olahraga.
Tim basket Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Sulsel siap mempertahankan supremasi mereka di ajang Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) XVII Korpri 2025 di Palembang, Sumatera Selatan.
Laga perdana akan mempertemukan tim basket putra Sulsel melawan Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (5/10/2025) sore, di GOR Sekolah Palembang Harapan.
Duel ini menjadi pembuka perjalanan Sulsel yang tergabung di Pool A bersama Kejaksaan Agung (Kejagung), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kaltara.
Manajer tim, E.Z. Muttaqien Yunus, menegaskan semangat bertanding para ASN Sulsel bukan semata soal medali, melainkan wujud loyalitas dan kerja sama lintas instansi.
“Ini bukan hanya soal basket. Ini tentang semangat ASN yang berprestasi, yang menunjukkan bahwa birokrasi juga bisa berkompetisi sehat dan berprestasi di level nasional,” ujarnya.
Tim basket Korpri Sulsel datang dengan catatan manis: juara bertahan PORNAS 2023 di Jawa Tengah. Meski demikian, pelatih Kurniawan Hasairin menolak mengusung beban masa lalu.
“Kami ingin fokus pada proses. Kemenangan itu hasil dari disiplin, kerja sama, dan semangat membawa nama baik daerah, bukan tekanan sebagai juara bertahan,” katanya.
Persiapan panjang dilakukan, termasuk latihan intensif dan laga uji coba untuk menjaga ritme permainan. Kurniawan menilai, daya tahan fisik dan fokus menjadi kunci dalam format grup yang lebih padat tahun ini.
“Kami menekankan sportivitas dan kerja tim. Semua pemain membawa nama Sulsel, bukan pribadi. Itu semangat Korpri,” tegasnya.
Sementara itu, jajaran pemain berasal dari berbagai instansi pemerintahan di Sulawesi Selatan — mulai dari Pemprov, Pemkot Makassar, hingga Kemenkumham. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa semangat Korpri melampaui batas-batas birokrasi.
Dengan dukungan masyarakat Sulsel, tim berharap bisa mengulangi prestasi emas sebelumnya dan menegaskan bahwa ASN tak hanya berprestasi dalam pelayanan publik, tapi juga mampu menjadi inspirasi di arena olahraga nasional. (*)


















