Sidrap

Longsor Terjang Desa Leppangeng Sidrap, 384 KK Terdampak, BPBD–TNI–Polri Turun Tangan

Tim Redaksi
×

Longsor Terjang Desa Leppangeng Sidrap, 384 KK Terdampak, BPBD–TNI–Polri Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
TRC BPBD Sidrap Tinjau Longsor di Leppangeng, 384 KK Terdampak
TRC BPBD Sidrap Tinjau Longsor di Leppangeng, 384 KK Terdampak

SIDRAP — Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama unsur TNI dan Polri meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, Sabtu (20/12/2025).

Peninjauan dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, H. Sudarmin, dan dihadiri Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali, serta Danramil 1420-05/Dua Pitue Lettu Inf Murjalil. Turut hadir personel Babinsa, jajaran TRC BPBD, perangkat desa, serta masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sudarmin menjelaskan, bencana longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 18.00 WITA. Akibatnya, terjadi longsor di sedikitnya 24 titik yang menutup akses jalan utama warga.

“Longsor ini mengakibatkan akses jalan warga rusak dan tertutup material tanah. Kurang lebih 384 kepala keluarga terdampak. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Sudarmin.

Adapun dusun yang terdampak meliputi Dusun II Leppangeng, Dusun III Walawala, Dusun IV Galung, dan Dusun VI Tosemang. Tertutupnya jalan penghubung antarwilayah menyebabkan aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat terganggu.

Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Sidrap bersama TNI, Polri, dan pemerintah setempat melakukan peninjauan lapangan, koordinasi lintas sektor, serta assessment untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.

Di lokasi kejadian, personel TRC BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material longsor serta melakukan perbaikan darurat agar akses jalan dapat segera kembali dilalui oleh warga. (*)