Makassar

Bunda PAUD Makassar Kembali Luncurkan Buku Anak Bertema Lingkungan di MIWF 2026

Tim Redaksi
×

Bunda PAUD Makassar Kembali Luncurkan Buku Anak Bertema Lingkungan di MIWF 2026

Sebarkan artikel ini
Buku Anak Bertema Lingkungan Diluncurkan di MIWF, Angkat Isu Sampah Kota Makassar

MAKASSAR — Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, kembali memperkenalkan buku anak bertajuk Jelajah Hijau di Pantai Losari dalam rangkaian Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 yang berlangsung di Benteng Rotterdam, Sabtu (16/5/2026).

Setelah sebelumnya resmi diluncurkan perdana di kawasan Karebosi, peluncuran kedua buku ini menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi lingkungan kepada anak-anak melalui pendekatan literasi yang ringan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Makassar.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Buku tersebut dihadirkan sebagai media pembelajaran anak usia dini guna menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membangun pemahaman dasar terkait persoalan sampah di Kota Makassar.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Bunda PAUD Kota Makassar bersama Dinas Pariwisata Kota Makassar, Penerbit Erlangga, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Dalam sesi peluncuran, Melinda Aksa mengungkapkan bahwa buku tersebut lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah yang dinilai perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini.

“Sejak tahun lalu kami bersama Penerbit Erlangga ingin mengangkat topik yang menarik untuk anak-anak Kota Makassar. Kemudian awal tahun ini kami sepakat mengangkat isu sampah karena ini menjadi perhatian serius, termasuk pemerintah pusat. Apalagi saya juga diberi amanah sebagai Ketua Dewan Lingkungan di Kota Makassar,” ujarnya.

Melinda menilai edukasi lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, baik di rumah maupun di sekolah, agar anak-anak dapat tumbuh dengan karakter yang peduli terhadap lingkungan.

“Saya melihat masalah sampah ini harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak kita, supaya mereka punya kebiasaan baik sejak kecil dan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, proses kreatif buku dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar, Penerbit Erlangga, serta Makassar Creative Hub untuk memastikan konsep cerita dan visual benar-benar dekat dengan keseharian anak-anak di Makassar.

Buku ini dirancang khusus untuk anak usia PAUD hingga sekolah dasar awal, dengan dominasi ilustrasi menarik, aktivitas interaktif, dan penggunaan bahasa sederhana agar mudah dipahami.

Ria dari Makassar Creative Hub yang turut terlibat dalam penyusunan buku menyebut literasi anak bertema lingkungan masih sangat terbatas di Makassar, sehingga kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang efektif.

“Kami membuat ceritanya sesederhana mungkin supaya mudah dipahami anak-anak. Mulai dari alasan membuang sampah pada tempatnya sampai dampaknya terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, elemen visual dalam buku juga dibuat sangat kontekstual dengan menghadirkan suasana khas Kota Makassar, termasuk penggunaan warna tempat sampah yang disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan agar lebih mudah dikenali anak-anak.

“Kami tidak ingin sekadar menerbitkan buku, tapi benar-benar membangun pondasi edukasi lingkungannya sejak awal,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ita Isdiana Anwar, jajaran Tim Penggerak PKK Kota Makassar, pengurus Bunda PAUD Kota Makassar, para siswa PAUD Negeri Kota Makassar, serta orang tua murid.

Peluncuran buku Jelajah Hijau di Pantai Losari menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar bersama para pemangku kepentingan dalam membangun budaya literasi sekaligus kesadaran lingkungan sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan kota. (*)