MAKASSAR — Ancaman cuaca ekstrem kembali membayangi sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan status Waspada hingga Awas di beberapa daerah.
Imbauan ini disampaikan setelah terjadinya insiden kecelakaan laut di perairan Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), yang menelan korban jiwa.
Sebuah kapal motor dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk, menyebabkan tiga orang meninggal dunia, salah satunya Camat Liukang Tupabbiring.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Cuaca ekstrem memang sedang berlangsung dan risikonya nyata, terutama di wilayah perairan,” ujar Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung sekitar sepuluh hari ke depan dan terus diperbarui setiap hari.
Fenomena ini ditandai dengan potensi hujan sedang hingga lebat, kilat atau petir, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang laut yang berbahaya bagi pelayaran.
Wilayah yang saat ini menjadi perhatian utama antara lain Kabupaten Barru, Pangkep, Maros, serta Kota Makassar. Amson menegaskan bahwa kawasan pesisir dan perairan Pangkep memiliki tingkat risiko paling tinggi karena lonjakan gelombang laut yang dapat mengganggu aktivitas transportasi dan nelayan.
Merespons situasi tersebut, BPBD Sulsel mengeluarkan peringatan tegas agar masyarakat tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut tanpa informasi resmi dari Syahbandar atau otoritas terkait.
“Kalau sudah disampaikan bahwa kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya tunda pelayaran. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegas Amson.
BPBD juga mengingatkan para pengelola objek wisata bahari agar membatasi aktivitas di wilayah yang berstatus Waspada, Siaga, hingga Awas, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Dari sisi kesiapsiagaan, BPBD Sulsel memastikan langkah antisipatif telah dilakukan sejak awal musim hujan. Posko siaga bencana telah diaktifkan, termasuk keterlibatan personel di posko Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sejumlah titik tenda pengungsian juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi warga.
“Petugas kami tetap bersiaga tanpa libur. Kesiapan personel akan terus ditingkatkan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” jelas Amson.
BMKG dalam pembaruan peringatan dini Minggu (28/12/2025) pukul 11.10 WITA menyebutkan hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga pukul 14.00 WITA.
Wilayah terdampak mencakup Kabupaten Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, serta hampir seluruh kecamatan di Kota Makassar, dengan potensi meluas ke Jeneponto, Sinjai, Bone, dan Barru.
BPBD Sulsel mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan media tepercaya, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
“Cuaca masih dinamis. Kami minta masyarakat tidak lengah dan selalu mengikuti informasi resmi,” pungkas Amson. (*)


















