Berita

Pelabuhan Balantang PT Vale Raih Predikat Green and Smart Port Bintang Empat

Tim Redaksi
×

Pelabuhan Balantang PT Vale Raih Predikat Green and Smart Port Bintang Empat

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan Balantang PT Vale Raih Predikat Green and Smart Port Bintang Empat

GRESIK – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam mengembangkan sistem logistik yang berkelanjutan kembali mendapat pengakuan nasional.

Pelabuhan Balantang, terminal khusus yang menopang aktivitas bongkar muat logistik dan pengapalan produk nikel perusahaan, berhasil meraih predikat bintang empat (Level III) dalam Asesmen Green and Smart Port 2025.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 yang berlangsung di Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).

Head of Energy & Logistics Operations PT Vale, Dahlan, menerima penghargaan tersebut langsung dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi terhadap keberhasilan Pelabuhan Balantang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dengan transformasi digital dalam pengelolaan operasional pelabuhan.

Ajang penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey dalam mendorong modernisasi dan penerapan standar pelabuhan hijau di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya transformasi pelabuhan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem logistik nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Bapak Presiden mengarahkan agar pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menjadi lebih efisien, modern, sekaligus mampu menjaga kelestarian lingkungan. Pelabuhan yang maju harus mampu mendukung kelancaran logistik nasional sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Dahlan menjelaskan bahwa Pelabuhan Balantang telah menerapkan berbagai inovasi yang mendukung konsep green and smart port, mulai dari penguatan tata kelola, pengelolaan lingkungan, hingga digitalisasi sistem operasional.

“Seluruh upaya perusahaan merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan yang baik sekaligus mendukung transformasi pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis teknologi,” katanya.

Penilaian dalam asesmen tersebut mengacu pada Green Port Guidelines 3.0/2023, pedoman nasional yang mengintegrasikan standar pelabuhan ramah lingkungan dan pelabuhan cerdas berbasis teknologi.

Bagi PT Vale, keterlibatan dalam asesmen tersebut bukan sekadar mengikuti proses penilaian, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur efektivitas penerapan praktik terbaik yang telah dijalankan di Pelabuhan Balantang.

“Partisipasi ini juga menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk berbagi praktik terbaik sekaligus mengukur sejauh mana implementasi prinsip green dan smart port yang telah kami jalankan selama ini,” ujar Dahlan.

Ke depan, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan konsep pelabuhan hijau melalui berbagai inovasi yang mendukung efisiensi operasional sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Berbagai inisiatif tersebut mencakup konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan energi baru terbarukan, hingga integrasi sistem operasional secara real-time sebagai bagian dari transformasi menuju pelabuhan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Pencapaian Pelabuhan Balantang juga dinilai sejalan dengan nilai CARES, khususnya aspek Excellence, yang menjadi landasan PT Vale dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas operasional secara berkelanjutan.

“Karena bagi kami, tidak ada masa depan tanpa pertambangan, dan tidak ada pertambangan tanpa memikirkan masa depan,” tutup Dahlan. (*)