Sulawesi Selatan

YSKI Sosialisasikan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker kepada Pegawai Diskominfo Sulsel

Tim Redaksi
×

YSKI Sosialisasikan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker kepada Pegawai Diskominfo Sulsel

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Kanker di Diskominfo Sulsel

MAKASSAR — Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) menggelar sosialisasi penyakit kanker bagi jajaran pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulawesi Selatan di Ruang Command Centre Gedung A Lantai IV Kantor Gubernur Sulsel, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah mengenai pencegahan kanker serta pentingnya deteksi dini terhadap berbagai jenis kanker.

Sekretaris Diskominfo Sulsel, Sultan Rakib, mengatakan sosialisasi tersebut penting untuk menambah wawasan kesehatan bagi para pegawai di lingkup organisasi perangkat daerah (OPD).

“Ini penting agar pegawai OPD mendapatkan sosialisasi terkait kesehatan,” ujar Sultan Rakib.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut para pegawai diharapkan dapat memahami perbedaan antara tumor dan kanker, faktor pemicu penyakit, hingga cara mengenali gejala awal berbagai jenis kanker.

“Melalui sosialisasi ini kita diberi pemahaman tentang tumor dan kanker serta perbedaannya, faktor pemicu, hingga bagaimana mengenali dan mendeteksi gejala awal kanker seperti kanker prostat, kanker rahim, serviks, dan lainnya. Ini untuk upaya mitigasi,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia, Sapriani, menyampaikan bahwa yayasan yang dipimpinnya hadir untuk membantu menekan angka penderita kanker yang terus meningkat di masyarakat.

Menurutnya, masih banyak kasus kanker yang baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut sehingga proses penanganannya menjadi lebih sulit.

“Tujuan dari yayasan kami adalah mencegah agar angka penderita kanker tidak semakin meningkat. Saat ini banyak penderita yang baru mengetahui penyakitnya ketika sudah berada pada stadium lanjut,” ujar Sapriani.

Selain memberikan edukasi, pihaknya juga berupaya memberikan dukungan psikologis kepada para penderita kanker agar tetap memiliki harapan untuk sembuh.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang merasa tidak memiliki harapan untuk sembuh, agar tetap memiliki semangat dan tidak berputus asa,” katanya.

Sapriani juga memaparkan sejumlah tanaman yang diyakini memiliki kandungan zat antikanker dan dapat dimanfaatkan sebagai pendamping pengobatan.

Beberapa di antaranya yakni benalu teh, keladi tikus, dan temu putih yang dikenal memiliki kandungan yang dapat membantu pencegahan maupun mendukung proses pemulihan pasien kanker.

“Sebenarnya banyak tumbuhan yang mengandung zat antikanker, seperti benalu teh, keladi tikus, dan temu putih,” jelasnya.

Selain menjaga pola makan sehat, ia juga menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, termasuk mengatur pola makan selama menjalani ibadah puasa.

Menurutnya, puasa dapat membantu mengontrol perkembangan sel dalam tubuh, termasuk sel kanker.

“Sel kanker bisa melemah ketika seseorang memperbanyak puasa. Sel yang aktif berkembang akan saling memakan dirinya sendiri sehingga dapat membantu menurunkan perkembangannya,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan kanker sejak dini, menjaga pola hidup sehat, serta tetap memiliki semangat dan harapan dalam menghadapi penyakit tersebut. (*)