JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, menyatakan mundur dari jabatannya sekaligus keluar dari Partai Buruh.
Keputusan tersebut diumumkan pada Jumat (26/6/2026) dan disebut diikuti sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), organisasi yang selama ini menjadi salah satu inisiator berdirinya Partai Buruh.
Ferri mengatakan pengunduran diri itu dilatarbelakangi adanya perbedaan pandangan yang dinilai semakin mendasar terkait arah perjuangan partai. Menurutnya, keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi yang cukup panjang.
“Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar,” ujar Ferri dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan ORI merupakan sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin Andi Gani. Organisasi tersebut berdiri sejak 2013 dan menjadi salah satu dari 11 organisasi yang menginisiasi pendirian Partai Buruh pada Kongres I tahun 2021.
Menurut Ferri, keputusan keluar dari Partai Buruh juga diambil oleh seluruh jajaran ORI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri,” katanya.
Ia menegaskan proses pengunduran diri dilakukan secara baik-baik tanpa menghilangkan hubungan persaudaraan dengan Partai Buruh.
Ferri juga menginstruksikan seluruh kader ORI maupun KSPSI yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai tingkat pusat hingga kecamatan, untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri sebagai bagian dari proses administrasi.
“Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi,” ujarnya.
Ferri menyebut pengurus yang mengikuti langkah tersebut berasal dari berbagai provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.
Ia mengibaratkan hubungan ORI dengan Partai Buruh seperti sebuah rumah tangga yang menghadapi persoalan berkepanjangan. Menurutnya, berbagai upaya penyelesaian secara internal telah dilakukan, namun tidak menghasilkan titik temu.
“Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini,” kata Ferri.
Saat ditanya mengenai dampak pengunduran diri tersebut terhadap Partai Buruh, Ferri mengklaim ORI bersama KSPSI merupakan kekuatan terbesar di dalam partai.
“Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya,” ujarnya.
Ferri juga mengungkapkan bahwa Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, telah mengetahui rencana pengunduran dirinya sejak Kamis (25/6/2026) malam.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Partai Buruh Said Iqbal maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Buruh terkait pengunduran diri Ferri Nuzarli dan klaim keluarnya sekitar 1,3 juta anggota ORI dari partai tersebut. (*)














