MAKASSAR — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut semestinya menjadi ruang bagi umat Islam untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darul Hijrah, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, Sabtu (12/9/2026) malam.
Di hadapan warga, Munafri mengajak masyarakat memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan memahami sekaligus meneladani akhlak yang dicontohkan Rasulullah.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang diutus Allah SWT sebagai rahmatan lil alamin. Keteladanan Rasulullah, kata Munafri, tidak terbatas pada aspek kehidupan sebagai nabi, tetapi juga terlihat dalam berbagai peran yang dijalani dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah menjalankan peran sebagai suami, ayah, pemimpin, hingga pedagang.
“Bagaimana Nabi menjadi seorang suami bagi istrinya, bagaimana Nabi menjadi ayah dari anak-anaknya, bagaimana Nabi menjadi seorang pemimpin di dalam kaumnya, bagaimana Nabi menjadi seorang pedagang yang benar-benar tahu adab dalam bertransaksi,” ujar Munafri.
Menurut dia, setiap peran tersebut memberikan pelajaran mengenai akhlak, tanggung jawab, kepemimpinan, serta cara memperlakukan orang lain dengan baik.
Karena itu, Munafri mengingatkan masyarakat agar tidak sekadar mengenang Rasulullah melalui perayaan Maulid, tetapi menjadikan ajaran dan akhlaknya sebagai pedoman dalam kehidupan.
Rasulullah sebagai Teladan Utama
Munafri juga mengajak masyarakat untuk menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai figur utama yang patut diteladani.
Menurutnya, masyarakat boleh mengagumi berbagai tokoh dalam kehidupan, tetapi kecintaan dan keteladanan terhadap Rasulullah tidak semestinya tergeser oleh figur lainnya.
“Peringatan Maulid ini mengajak kita untuk kembali mengingat ini semua. Memastikan bahwa ada satu sosok yang tidak boleh kita lupakan,” tegasnya.
Pesan tersebut, menurut Munafri, menjadi relevan dalam kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan. Keteladanan Rasulullah dapat menjadi pijakan dalam membangun hubungan keluarga, kehidupan sosial, kepemimpinan maupun aktivitas ekonomi.
Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan dalam momentum keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
Perkuat Silaturahmi Warga
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Munafri mengapresiasi masyarakat Kelurahan Lette dan pengurus Masjid Darul Hijrah yang telah menggelar peringatan Maulid dengan melibatkan warga.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid memiliki manfaat yang lebih luas karena menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi masyarakat.
Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dinilai dapat memperkuat ukhuwah serta hubungan sosial antarwarga.
Munafri berharap tradisi peringatan Maulid di lingkungan masyarakat dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.
Ia juga mendorong agar kegiatan serupa dikemas semakin baik dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, sehingga selain menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, Maulid juga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan kebersamaan warga Makassar.
Bagi Munafri, substansi utama peringatan Maulid pada akhirnya bukan terletak pada kemeriahannya, melainkan pada sejauh mana kecintaan kepada Rasulullah diterjemahkan menjadi akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. (*)

























