SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidrap terus menunjukkan komitmennya untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu kabupaten unggulan di Indonesia.
Hal ini ditegaskan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dalam acara Safari Ramadan yang digelar di BTN Wesabbe, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Jumat (14/3/2025).
Di hadapan masyarakat, Syaharuddin memaparkan visi besar yang akan menjadi fokus pembangunan Sidrap ke depan.
Lima sektor utama menjadi prioritas utama pemerintah daerah, yakni menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an terbesar di Indonesia, pusat ulama terkemuka, lumbung beras nasional, produsen telur terbesar, serta daerah unggulan dalam pengembangan energi terbarukan.
“Jika seluruh elemen masyarakat mendukung dan mendoakan, Insya Allah kita bisa mencapai target ini bersama-sama,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, upaya menjadikan Sidrap sebagai kabupaten unggulan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang membutuhkan kerja sama semua pihak.
Oleh karena itu, pemerintah tengah melakukan berbagai strategi untuk mempercepat realisasi program-program prioritas tersebut.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Syaharuddin juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengevaluasi struktur pemerintahan, termasuk melakukan mutasi pejabat agar dapat menyesuaikan dengan pola kerja yang lebih efektif dan dinamis.
“Saya membutuhkan tim yang bisa bergerak cepat, bekerja tuntas, dan berkontribusi maksimal dalam membawa Sidrap ke level tertinggi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa reformasi birokrasi merupakan salah satu kunci dalam mencapai tujuan besar yang telah ditetapkan. Dengan tim yang solid dan profesional, ia optimistis Sidrap bisa menjadi kabupaten yang maju dan mandiri di berbagai sektor.
Safari Ramadan kali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga momentum bagi Pemkab Sidrap untuk kembali menegaskan komitmennya dalam membangun daerah.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat, Syaharuddin yakin Sidrap bisa menjadi kabupaten unggulan yang diakui secara nasional. (*)


























