MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) vokasi dengan pelaku Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Dudika), yang turut disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel, Jufri Rahman, Kamis (2/10).
Pada kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan Sulsel juga menandatangani nota kesepahaman dengan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya menghadirkan lulusan SMK yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Melalui kerja sama ini, SMK di Sulsel akan terhubung dengan sistem aplikasi dunia kerja.
Aplikasi tersebut memungkinkan sekolah mengakses informasi lowongan pekerjaan sekaligus menyesuaikan kurikulum pembelajaran dengan kebutuhan industri terkini.
Dengan begitu, siswa dapat dipersiapkan sejak dini untuk masuk ke pasar kerja yang semakin kompetitif.
Sekda Sulsel Jufri Rahman menekankan pentingnya memperluas kerja sama ini ke level internasional. Ia mencontohkan peluang besar yang tersedia di Jepang, terutama melalui dukungan Japan International Cooperation Agency (JICA).
“Jepang saat ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Melalui JICA, kebutuhan itu bisa dipetakan dengan jelas. Bahkan, JICA dapat mengirimkan trainer atau instruktur dari Jepang untuk melatih siswa SMK kita sesuai standar industri di sana,” jelas Jufri dalam sambutannya.
Penguasaan Bahasa Asing
Selain keterampilan teknis, Jufri menilai kompetensi bahasa asing merupakan syarat mutlak bagi lulusan SMK.
Ia menekankan bahwa penguasaan bahasa Jepang menjadi kunci untuk bersaing di pasar tenaga kerja Jepang. Sementara untuk peluang kerja di Timur Tengah, penguasaan bahasa Arab juga perlu diperkuat dalam kurikulum SMK.
“Anak-anak kita tidak cukup hanya punya keterampilan teknis, tapi juga harus siap secara bahasa agar bisa berinteraksi dan beradaptasi di negara tujuan,” tegasnya.
Dengan adanya kolaborasi antara SMK, Dudika, Unhas, dan dukungan internasional, Pemprov Sulsel berharap lulusan SMK tidak hanya siap bekerja di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk mencetak tenaga kerja muda yang unggul, kompeten, dan memiliki daya saing di dunia industri yang terus berkembang. (*)
















